Surabaya (beritajatim.com) – Pasca tragedi pesta Halloween yang menewaskan lebih dari 150 orang di Itaewon, Seoul, Korea Selatan pada 29 Oktober 2022, pihak kepolisian pun mengusut siapa dalang di balik peristiwa mengerikan tersebut.
Tepatnya pada Senin (31/10), sebanyak 475 petugas dikerahkan untuk melakukan investigasi. Salah satunya dengan mengecek CCTV yang mengarah dari Hotel Hamilton, terutama yang berada di belakang hotel dan menyorot gang lokasi kejadian.
Selain itu, pihak berwajib juga menanyai sejumlah saksi mata, untuk mencari pemicu malapetaka ini. Alhasil, sekumpulan pria diduga menjadi tersangka. Hal ini disebabkan banyak saksi mengatakan jika mereka mendengar teriakan – teriakan yang menghasut massa lainnya, yakni dengan kalimat, “Sisi kita lebih kuat, ayo dorong!”
Lautan manusia pun terjebak dan terseret ke jalan turunan hingga ke ujung bawah gang.
Dilansir dari laman Kpopchart, beberapa saksi membuat pernyataan bahwa terdapat 5 hingga 6 orang (termasuk orang asing) yang menjadi pemicu keadaan saling dorong mendorong. Sebelum akhirnya mereka pergi tanpa bertanggung jawab.
[berita-terkait number=”5″ tag=”korea”]
“Seorang pria dengan bando kelinci menyuruh kami untuk mendorong,” dan “Aku melihatnya menyeringai sambil mabuk dan mendorong sekuat tenaga sebelum pergi,” jelas mereka.
Seorang profesor Administrasi Polisi & Kebakaran di Universitas U1, Um Gun Woong berpendapat bahwa para pria tersebut sudah dipastikan akan didakwa dengan penyerangan hingga pembunuhan, jika laporan dari saksi mata adalah fakta. Namun tetap saja sulit untuk menyalahkan satu orang dalam sebuah kegiatan yang terbuka untuk umum.
Mengingat pesta Halloween tersebut diserbu oleh sekitar 100.00 orang dengan kondisi jalanan yang sempit, tepatnya di sebuah gang kecil yang terletak di dekat Hotel Hamilton. Sehingga banyak orang yang berdesak – desakan, tak sedikit pula yang terjatih dan menimpa massa di bawahnya.
Rasa panik mulai menjalar, keadaan semakin kacau sehingga pengunjung saling mendorong untuk berusaha keluar dari kerumunan, tak peduli bahwa mereka telah menginjak manusia – manusia lainnya.
Petugas yang sudah mendapat laporan bergegas turun tangan, kemudian berusaha keras menarik beberapa orang keluar dari kerumunan. Namun, puluhan orang sudah terkapar dan mengalami henti jantung.
Membludaknya pengunjung Itaewon pada pesta Halloween tahun ini dianggap wajar, lantaran pesta tersebut pertama kali diadakan setelah 3 tahun lamanya terjadi pembatasan mencegah Covid.
Antusias masyarakat pun memuncak, mereka berbondong – bondong pergi ke Itaewon dengan harapan dapat menghabiskan waktu untuk bersenang – senang.
Tragedi ini tentu tidak hanya membuat Itaewon dan Korea Selatan berduka, namun juga seluruh penjuru negara lainnya yang turut iba. (mnd/nap)






