Jember (beritajatim.com) – Puluhan warga sekitar yang menjadi karyawan dan caddy di padang golf Glantangan, Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan aksi unjuk rasa, Selasa (8/2/2022). Mereka menebarkan benih jagung di atas rumput padang golf tersebut.
Mereka menuntut pergantian pengurus Glantangan Golf Course yang dinilai tak memedulikan nasib karyawan dan caddy. Mereka juga menuntut agar yayasan yang mengelola padang golf tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Jember tanpa syarat.
“Lapangan selama ini kurang terurus. Kami bawa (bibit jagung) seperti ini, mungkin karena lapangan tidak ada yang merawat, kami bisa tanam ini. Barangkali hasilnya bisa diambil untuk kebutuhan keluarga, karena kami masih menanggung keluarga,” kata Abdul Hayi, salah satu caddy.
Hayi meminta agar pengurus padang golf itu bisa aktif kembali. “Kalau perlu diganti dengan yang peduli terhadap lapangan ini,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Jember mengalokasikan anggaran Rp 5 miliar untuk perbaikan rumah padang golf Glantangan. Hayi berharap perbaikan itu bisa dilaksanakan, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan karyawan dan caddy. “Segera dilaksanakan,” katanya.
Terpisah, Ketua Komisi B DPRD Jember Siswono mengatakan, puluhan caddy dan karyawan itu sempat mendatangi rumahnya sehari sebelum aksi unjuk rasa. Mereka menyampaikan susahnya kondisi hidup saat ini menyusul sepinya padang golf yang berada di lahan PT Perkebunan Nusantara 12 itu.
“Dengan kondisi lapangan yang tidak terurus, pemain tidak ada yang datang. Ini berpengaruh terhadap perekonomian mereka. Mereka sebagai karyawan hanya bekerja tiga hari sepekan. Itu pun tidak penuh hanya setengah hari dengan upah Rp 19.500. Tapi karena (aspirasi) demo itu sudah ditangkap manajer (PTPN 12), kemarin mereka dipekerjakan satu hari dengan upah Rp 38 ribu,” kata Siswono.
“Walau nominal upah itu jatuh dari UMK (Upah Minimum Kabupaten), mereka bangga bisa bekerja sehari penuh. Mereka minta bisa bekerja lima hari seminggu,” kata Siswono.
Perwakilan karyawan dan caddy diundang ke Pendapa Wahyawibawagraha oleh Bupati Hendy Siswanto, Selasa sore ini, untuk membicarakan persoalan tersebut. Menurut Siswono, penegasan status tanah juga dibicarakan. “Memorandum of Understanding (antara Pemkab Jember dan PTPN 12) segera harus clear, selesai. Kemudian ditindaklanjuti proses lelang (pengerjaan proyek) golf club house-nya,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”jember”]
Dalam keempatan itu, bupati berharap tidak ada karyawan yang melakukan aksi mogok. “Bupati akan melakukan latihan bersama para pegolfer, Minggu (13/2/2022). Ini untuk menjawab kekecewaan caddy dan karyawan, minimal ada setetes harapan bahwa bupati tidak mau main-main dengan janji beliau. Alokasi dana (perbaikan rumah golf Glantangan) Rp 5 miliar akan diwujudkan betul-betul,” kata Siswono.
Menurut Siswono, Kamis (10/2/2022) malam, akan ada rapat yang melibatkan bupati dan pemain golf di pendapa untuk menentukan kepengurusan yayasan. “Karena kepengurusan yang ada selama ini kurang ada perhatian maksimal terhadap karyawan dan lapangan. Yang semestinya lapangan dirawat agar golfer merasa nyaman dengan lapangan standar. Selama ini tak pernah dilakukan, karena pengurus yang lama belum ada SK (Surat Keputusan) legal formal dari bupati,” katanya. [wir/but]






