Surabaya (beritajatim.com) – Progres Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di kancah internasional terbilang cukup mentereng. Salah satu buktinya, menerima pengakuan dalam penilaian Protection from Sexual Exploitation and Abuse (PSEA).
Unusa mencatatkan prestasi luar biasa dalam penilaian PSEA. Penilaian ini menandai langkah signifikan dalam komitmennya terhadap standar kemanusiaan dan etika yang tinggi.
Sejak tiga tahun lalu, Unusa telah dipercaya sebagai mitra pelaksana oleh UNICEF dalam menjalankan program penurunan angka stunting di wilayah Jawa Timur. Kepercayaan tersebut tentu diikuti dengan persyaratan ketat terkait kepatuhan terhadap PSEA.
Ketua LPPM Unusa Achmad Syafiuddin mengatakan, dengan kesadaran akan tanggung jawab sebagai mitra pelaksana, Unusa telah memastikan bahwa PSEA bukan sekedar menjadi bagian dari kebijakan formalnya, tetapi juga terintegrasi dalam setiap aspek manajemen dan operasionalnya.
“Tidak hanya sekedar pencapaian, Unusa juga telah menunjukkan komitmen sejati dalam menerapkan prinsip-prinsip PSEA secara menyeluruh,” ujar Syafiuddin, Selasa (19/3/2024).
Ia menyebutkan, komitmen Unusa terhadap PSEA mencakup 8 standar yang telah ditetapkan oleh PBB, antara lain kebijakan organisasi, manajemen organisasi, sistem SDM, pelatihan wajib, pelaporan, bantuan dan rujukan, investigasi, dan tindakan korektif.
Dengan mencapai skor 8 dalam penilaian PSEA, lanjut dia, Unusa secara efektif telah memenuhi, bahkan melampaui standar yang ditetapkan. Ini menandakan Unusa berhasil membangun lingkungan yang aman, adil, dan bebas dari segala bentuk pelecehan dan penyalahgunaan, baik dalam konteks akademik maupun administratif.
“Proses penilaian tersebut tidak hanya melibatkan penilaian internal, tetapi juga melibatkan pihak independen dari India yang ditunjuk oleh UNICEF untuk memastikan objektivitas dan kredibilitasnya,” ungkapnya.
Sementara Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengawasan Internal Unusa Dr Wesiana Heris Santy menambahkan, melalui reputasi yang meningkat, Unusa dapat menjadi tujuan utama bagi mahasiswa dari seluruh dunia.
“Ini akan membantu meningkatkan reputasi global universitas kita. Ini adalah langkah penting dalam menjadikan Unusa sebagai lembaga pendidikan yang terpercaya dan diakui secara internasional,” ungkapnya.
Wesiana menyebut, Unusa akan terus memperbaiki mutu internal Unusa sesuai dengan standar internasional. Hal ini sebagai langkah yang tak bisa diabaikan. Menurutnya, perlu adanya upaya berkelanjutan untuk menyesuaikan dan memenuhi standar tersebut.
“Dengan demikian, Unusa dapat terus berkembang dan memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan yang terkemuka di dunia,” ungkapnya. [ipl/ian]






