Magetan (beritajatim.com) – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Magetan mencatatkan progres signifikan mencapai 69 persen dengan total 164 titik konstruksi yang sudah berjalan hingga 27 Januari 2026. Capaian ini merupakan bagian dari target besar Satgas Pemerintah Daerah dan Kodim 0804/Magetan untuk menuntaskan 235 titik di seluruh wilayah tersebut pada akhir Maret mendatang.
Komandan Kodim 0804/Magetan, Letkol Inf Hasan Dasuki, mengonfirmasi bahwa pemetaan oleh Satgas Pemda Magetan kini telah mencakup 220 titik dari rencana awal. Pihaknya terus memacu pengerjaan fisik bangunan di lapangan sembari menunggu penyelesaian sisa proses perizinan yang masih berlangsung.
“Sampai hari ini tanggal 27 Januari 2026, progres pembangunan sudah mencapai 164 titik atau sekitar 69 persen dari pemetaan yang ada. Dari 235 yang terpetakan, 220 sudah masuk pemetaan oleh Satgas Pemda Magetan,” ujar Dandim 0804/Magetan pada Selasa (27/1/2026).
Memasuki awal Februari, lebih dari 10 titik KDKMP diproyeksikan akan tuntas 100 persen dan segera memasuki tahap operasional bagi masyarakat desa. “Di awal Februari, semoga sudah lebih dari 10 titik yang 100 persen. Nanti bisa dilihat langsung titik-titik mana saja yang sudah siap,” tambahnya.
Beberapa wilayah yang pengerjaannya telah selesai sepenuhnya terpantau berada di Desa Cepoko, Kecamatan Panekan. Sementara itu, sejumlah lokasi strategis lainnya seperti Desa Gulun, Desa Blaran, dan Desa Campursari diperkirakan akan segera menyusul dalam waktu dekat.
“Nanti di awal Februari sudah bisa memprogres. Harapannya kalau diawali peresmian, titik-titik tersebut sudah siap untuk langsung operasional KDKMP,” jelasnya mengenai rencana pemanfaatan koperasi tersebut.
Kodim 0804/Magetan menerapkan strategi khusus berupa lembur terkendali guna memastikan pembangunan berjalan sesuai lini masa yang ditetapkan pemerintah. “Strategi percepatan itu salah satunya lembur terkendali. Ada penambahan tenaga tukang, penambahan waktu kerja, sehingga target penyelesaian bisa lebih cepat dari waktu yang diberikan, yaitu 93 hari,” ungkapnya.
Penambahan tenaga ahli dan jumlah pekerja lapangan menjadi solusi efektif untuk mengejar target penyelesaian fisik bangunan di ratusan titik tersebut. Tantangan cuaca berupa curah hujan tinggi yang mengguyur Magetan disiasati dengan teknik konstruksi tertentu agar tidak menghambat tahap pengerjaan dasar.
“Memang hujan yang intensitasnya merata setiap hari menjadi salah satu faktor. Tapi ini bisa diatasi dengan teknik tertentu, mulai dari penggalian pondasi sampai atap berdiri, sehingga dampak hujan bisa minimalisasi,” katanya.
Seluruh jajaran pembangunan optimistis bahwa megaproyek KDKMP ini akan rampung secara maksimal pada akhir Maret 2026. Target ini diharapkan dapat segera mewujudkan infrastruktur pendukung ekonomi kerakyatan yang kokoh bagi seluruh warga Kabupaten Magetan.
“Targetnya secepat-cepatnya di akhir Maret nanti bisa maksimal. Harapannya 235 titik di Kabupaten Magetan ini sudah bisa terbangun dengan baik, meskipun pemetaan masih terus berjalan,” tuturnya dengan nada optimis.
Komandan Kodim 0804/Magetan turut memberikan apresiasi tinggi bagi Pemda Magetan atas kecepatan pemetaan yang kini sudah menyentuh angka 95 persen. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemda Magetan atas kecepatan pemetaan yang sudah 95 persen, dan juga kepada seluruh elemen masyarakat yang mendukung pembangunan KDKMP. Harapannya ke depan proses ini bisa terus dimaksimalkan,” pungkasnya. [fiq/beq]






