Ngawi (beritajatim.com) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ngawi, Jawa Timur, tetap berjalan selama bulan Ramadan, tetapi mengalami perubahan dalam menu makanan yang dibagikan kepada siswa.
Jika sebelumnya siswa menerima makanan siap santap, kini mereka mendapatkan makanan kering dalam kemasan kantong kecil berisi susu, roti, telur ayam rebus, kurma, dan buah seperti pisang.
Perubahan ini bertujuan agar makanan bisa dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa. Seperti di SMP Negeri 5 Ngawi, sebanyak 793 kantong makanan kering telah dibagikan kepada siswa saat pulang sekolah. Makanan kering dinilai lebih tahan lama dan praktis untuk pendistribusian selama bulan Ramadan.
Namun, ada kebijakan yang cukup disayangkan oleh pihak sekolah. Kantong makanan yang digunakan ternyata diminta kembali oleh petugas pengantar untuk pendistribusian selanjutnya. Hal ini membuat sekolah harus mengeluarkan satu makanan dari kantong sebelum membagikannya ke siswa.
“Harusnya satu paket sama kantongnya, biar kita tidak kerja dua kali. Wong kantongnya juga kecil, ini malah diminta kembali,” ujar Hari Yuwono, guru SMP Negeri 5 Ngawi, Kamis (6/3/2025)
Situasi serupa terjadi di SD Negeri 2 Ngawi Purba, di mana kantong kemasan makanan juga harus dikembalikan. Selain itu, terdapat perbedaan jumlah isi makanan yang diterima oleh siswa berdasarkan jenjang kelas.
“Saya pikir libur MBG, ternyata dikirim makanan kering, jumlah isinya beda kelas besar dan kecil,” kata Mulyani, Kepala Sekolah SD Negeri 2 Ngawi Purba.
Program MBG di Ngawi telah berjalan sejak 17 Februari 2025. Namun, hingga saat ini, program tersebut baru menjangkau 2.815 siswa dari total 88.418 siswa di Ngawi, yang terdiri dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). [fiq/suf]






