Jember (beritajatim.com) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membutuhkan 157 unit dapur sehat yang tersebar di 31 kecamatan. Satu dapur sehat sudah berdiri dan siap diluncurkan.
Satu dapur melayani kurang lebih tiga ribu siswa. Kecamatan Patrang direncanakan memiliki dapur sehat terbanyak, yakni 12 unit. Sementara dapur sehat paling sedikit di Kecamatan Jelbuk, yakni dua unit.
“Itu perhitungan kami berdasarkan jumlah siswa. Jumlah ini mungkin bisa bertambah apabila nanti kita planning dengan faktor jarak, karena untuk jarak tidak boleh lebih dari empat kilometer,” kata Komandan Distrik Militer 0824 Jember Letkol Arm Indra Andriansyah, Kamis (6/3./2025).
Makan Bergizi Gratis dinikmati pelajar di semua tingkatan dan santri, mulai dari pendidikan anak usia dini, taman kanak-kanan, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas serta kejuruan.
Bagaimana dengan sekolah-sekolah di kawasan terpencil di Jember? “Nanti pada saat pendirian dapurnya akan kami rencanakan. Dapur ini yang nanti akan merapat ke sekolah. Jadi pada saat pendirian dapur nanti akan ada evaluasi, akan ada verifikasi letak lokasi dapurnya sendir bagaimanai, bisa meng-cover sekolah-sekolah atau tidak?” kata Indra.
Seluruh personel Kodim 0824 dikerahkan untuk menyukseskan program MBG. “Tapi operasionalnya itu tidak ada personel Kodim. Karena personel yang mengawaki dapur sehat, sesuai dengan yang ditentukan dari BGN (Badan Gizi Nasional), adalah 50 orang yang terdiri dari ahli gizi, ahli akuntansi, dan selebihnya karyawan yang berasal dari masyarakat sekitar,” kata Indra.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa meminta Pemkab menyukseskan program MBG ini. “Saya minta sinergi semuanya untuk bisa menyukseskan program MBG ini, karena pada dasarnya makanan bergizi dibutuhkan baik oleh anak-anak, lansia, dan ibu hamil,” katanya, usai acara serah terima jabatan bupati dan wakil bupati Jember, Kamis (6/3/2025).
Selain itu MBG diyakini bisa mendongkrak perekonomian lokal, karena penyediaan bahan akan melibatkan masyarakat setempat dan uang pun beredar di daerah tersebut. “Kalau ada uang beredar Rp 700 miliar setahun di masyarakat Jember, tentu akan mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” kata Khofifah.
Bupati Jember Muhammad Fawait siap melaksanakan progran MBG. “Saya pikir kami tegak lurus, merah putih, dan insyaallah Pemkab dalam anggaran Perubahan APBD juga akan ikut serta menyukseskan program MBG, karena MBG ini bukan cuma program pusat,” katanya.
Fawait setuju dengan pernyataan Khofifah. “Ini menjadi pengungkit ekonomi. Apalagi kalau Jember penduduknya banyak, pasti dapatnya banyak. Nah, itu perputarannya (uang) pasti akan banyak di Jember dibanding kabupaten yang lain,” katanya.
Fawait yakin anggaran MBG pasti disiapkan pemerintah pusat. “Ke depan Pemkab bisa ikut serta membangun (dapur sehat) dan itu bisa dilakukan persewaan oleh BGN, dan itu menjadi potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) baru bagi Kabupaten Jember,” katanya. [wir]






