Ringkasan Berita:
- Program KOLEGA Bojonegoro 2026 menyasar 335 keluarga penerima manfaat.
- Bantuan diberikan melalui skema kolam buis beton dan kolam terpal bundar.
- Seleksi penerima dilakukan berbasis DTSEN dan DTKS secara ketat.
- Program ditujukan memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi keluarga.
Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali melanjutkan Program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA) pada 2026 sebagai strategi memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat berpenghasilan rendah.
Program unggulan daerah ini menjadi salah satu upaya konkret pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui sektor budidaya perikanan rumah tangga.
Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Bojonegoro, M. Cholilur Rohman, menyatakan keberhasilan pelaksanaan KOLEGA tahun sebelumnya menjadi dasar pengembangan program pada tahun ini.
“Pada 2026, Program KOLEGA direncanakan menyasar 335 keluarga penerima manfaat (KPM) dengan skema bantuan yang diperluas,” ujarnya.
Pada pelaksanaan tahun ini, bantuan akan dibagi dalam dua kategori utama, yakni kolam buis beton dan kolam terpal bundar.
Skema tersebut dirancang menyesuaikan kondisi lapangan, kebutuhan teknis, serta kapasitas calon penerima manfaat di masing-masing wilayah.
Saat ini, tahapan pelaksanaan masih memasuki proses verifikasi calon penerima berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan bantuan tepat sasaran kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.
Kriteria penerima meliputi masyarakat yang terdaftar dalam DTKS desil 1 hingga 5, memiliki lahan memadai, berada dalam usia produktif, mempunyai akses air, serta memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan budidaya lele secara mandiri.
“Melalui KOLEGA, masyarakat tidak hanya menerima bantuan sarana, tetapi juga didorong mengembangkan usaha perikanan secara mandiri dan berkelanjutan,” kata Cholilur.
Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sosial, melainkan diarahkan sebagai stimulus ekonomi produktif agar masyarakat mampu menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan.
Salah satu penerima manfaat KOLEGA, Didik Sugiyanto, warga Desa Pumpungan, Kecamatan Kalitidu, mengaku program tersebut berdampak langsung pada ekonomi keluarganya.
“Lele hasil panen bisa untuk konsumsi keluarga, sisanya kami jual ke tetangga. Alhamdulillah sangat membantu menambah pemasukan,” ujar Didik.
Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa KOLEGA tidak hanya memperkuat ketahanan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha skala rumah tangga yang realistis bagi masyarakat kecil.
Dengan pengembangan lebih luas pada 2026, Pemkab Bojonegoro berharap KOLEGA mampu menjadi model pemberdayaan ekonomi berbasis pangan yang efektif, produktif, dan berkelanjutan di tingkat desa. [lim/beq]






