Kediri (beritajatim.com) – Berikut ini profil Vinanda Prameswati. Dia merupakan Ketua Harian Relawan Suket Teki Nusantara (RSTN).
Nama Vinanda menyita perhatikan publik di Kota Kediri. Sepak terjangnya di dunia pergerakan sosial dihubung-hubungkan dengan suksesi Pemilihan Wali Kota Kediri 2024.
Tak pelak, banyak orang mencari tahu latar belakang Vinanda. Dara 26 tahun ini selalu tampil sederhana dan apa adanya. Pun ketika hadir dalam berbagai acara bakti sosial bareng RSTN.
Kini Vinanda dipercayai sebagai Ketua Harian RSTN, lembaga sosial dari relawan Presiden RI Joko Widodo.
RSTN mengusung visi dan tugas membantu masyarakat yang termarginalkan.
Organisasi ini bergerak pada kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakat seperti, pembagian sembako, santunan anak yatim hingga bedah rumah.
RSTN berpusat di Kota Kediri dan dipimpin oleh Heru Wijaya, sebagai ketua umum. Organisasi ini sudah tersebar hampir di seluruh Indonesia.
RSTN mengusung semboyan ‘Urip Sak Paran Paran Seduluran Sak Lawase’ yang artinya dapat hidup dimanapun, persaudaran dan kekeluargaan selamanya. Jargon lainnya adalah ‘Jangan Lelah Berbuat Baik’.
Mbak Vinanda begitu orang menyapa sulung dari empat bersaudara ini. Dia lahir di Surabaya, 12 Juni 1998. Tetapi penggemar olahraga badminton ini besar di kota tahu Kediri.
Dia bersekolah di SMP Negeri 1 Kota Kediri (2010-2013) dan SMAN 3 Kota Kediri (2013 – 2016).
Lalu melanjutkan pendidikan di Universitas Brawiya Malang mengambil jurusan hukum pada 2016-2020.
Kemudian menempuh pendidikan S2 di Universitas Airlangga Surabaya dengan mengambil jurusan magister kenotariatan pada 2021-2023.
Saat kuliah, dia juga aktif dalam sejumlah organisasi kampus, mulai dari di Forum Kajian dan Penelitian Hukum (FKPH) Brawijaya hingga Indonesia Youth Opportunities In International Networking (IYOIN).
Mbak Vinanda memulai karir di sebuah perusaha CV Putra Jenggolo pada tahun 2020-2023.
Lantas pernah magang di Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2023-2024 dan kini magang di Kantor Notaris 2023-2024 dan menjabat sebagai Ketua Harian RSTN.
Dengan berbagai aksi sosialnya bersama para relawan, Mbak Vinanda ingin bermanfaat untuk seluruh warga Kota Kediri.
“Dengan adanya bantuan yang kami berikan, semoga bisa bermanfaat nantinya dan bisa menjadi berkah untuk mereka,” ucapnya di sela acara buka bersama dan santunan anak yatim di Panti Asuhan Ar-Risalah Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Acara safari ramadhan itu digelar RSTN di Panti Asuhan Ar-Risalah Bandar Lor Kota Kediri. Ada 30 an anak yatim, piatu, duafa dan santri yang menerima santunan.
Pengurus Panti Asuhan Ar-Risalah Ustadz Ikhsan berterima kasih atas bantuan RSTN bersama Mbak Vinanda. Dia mendoakan agar gerakan sosial itu diteruskan.
“Harapannya acara ini diteruskan, sehingga kebermanfaatannya bisa dirasakan oleh seluruh warga Kota Kediri, ” ujar ustadz Ikhsan.
RSTN juga menawarkan mobil ambulans yang bisa dipergunakan oleh para anak yatim piatu yang membutuhkan, juga masyarakat Kota Kediri. [nm/but]







5 Komentar
Apakah Mba Vinanda komitmen dengan visi misinya, jika lolos jadi wali kota kediri?
*Maaf mbak Vinanda menurutku pengalaman masih minim , juga belum menikah , lebih baik cari pengalaman yang lebih banyak lagi dan menikah dulu , pemilihan wali kota ,beda dengan pemilu legislatif artinya memimpin kota Kediri beda dengan memimpjn *DPRD ( bisa kolektif)*
Memimpin tdk segampang yang dibayangkan, apalagi ini sebuah daerah dgn 3 kecamatan yang sangat majemuk penduduknya dgn permasalah sosial yg luar biasa peliknya, karena kota Kediri akan menuju masa keemasan dimana Kota Kediri harus berbenah diri penataan Kota, pembangunan Ikon Kota, destinasi wisata, sudah tdk saatnya cuma memberi beras melulu, masyarakat terlalu dininabobokkan dgn bantuan2 yang akhirnya lihat wajah kota Kediri yg sampai saat ini sdh taklayak lagi utk dikunjungi dan tdk memiliki destinasi wisata, pedagang kaki lima masih semrawut, jalan dhoho bahu jalan makin sempit, fungsi trotoar sdh tdk sesuai lagi, alun2 yang terbengkalai, jembatan lama sbg peninggalan Pemerintah Belanda tdk dirawat, byk bangunan2 yang harusnya sbg cagar budaya sdh taklagi ada di Kota Kediri, permasalahan sosial tdk selesai dgn diberi beras atau bantuan tunai, masyarakat jadi malas bekerja merasa mendapat bantuan, saya membayangkan Kota Kediri dgn pemimpin baru dan tentunya dgn wajah baru, lihat Kota Madiun yang sungguh luar biasa, setara dgn Kota Kediri dgn 3 kecamatan tetapi kota Madiun mwnjadi salah satu destinasi wisata dgn ikon2 yang luar biasa ini sbg perbandingan saja.
Terlalu muda
Mbak virnanda sebaiknya visi misi,nya di mulai dari pendidikan….supaya generasi penerus bisa pandai.nggak perlu pembagian sembako atau bantuan2 apa itu…yg nyata,nya tidak semua bisa menikmat,i..cukup dengan pendidikan sekolah Gratis semua masyarakat pasti dapat menikmat,i TERIMA KASIH…rejomulyo kota