Surabaya (beritajatim.com) – Siapa sosok Cut Intan Nabila yang viral jadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)? Berikut informasi lebih lengkapnya.
Cut Intan Nabila, selebgram Indonesia di bidang kecantikan, mendadak menjadi sorotan setelah mengunggah video KDRT yang dialaminya dari sang suami, Armor Toreador.
Dalam video tersebut, tidak hanya Cut Intan yang menjadi korban, tetapi juga anak ketiganya yang baru lahir terkena dampak dari tindakan kekerasan tersebut.
Profil Cut Intan Nabila
Cut Intan Nabila merupakan wanita kelahiran Aceh, 23 Maret 2001. Sebelum dikenal sebagai selebgram, Intan pernah menjadi atlet anggar dan mengikuti Kejuaraan Nasional Anggar pada tahun 2018.
Bahkan sejak SMA, ia sudah aktif di Instagram dengan akun @cut.intannabila. Melalui akun tersebut, Intan sering mengunggah konten mengenai cara makeup atau perawatan wajah, terutama bagi perempuan berhijab, serta tips padu-padan pakaian. Unggahannya juga kerap disertai dengan kalimat bijak tentang kehidupan.
Setelah lulus SMA pada tahun 2019, Intan menikah dengan Armor Toreador dan menetap di Bogor, Jawa Barat.
Pada tahun berikutnya, mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Anak kedua mereka, yang berjenis kelamin perempuan, lahir pada tahun 2021. Pada Juli 2024, Intan melahirkan anak ketiga, seorang bayi perempuan.
Kehidupan pribadi Intan yang tampak bahagia di media sosial berubah drastis ketika pada Selasa (13/8/2024), ia mengunggah video rekaman CCTV di rumahnya.
Video tersebut memperlihatkan dirinya yang mendapatkan KDRT dari Armor di atas kasur. Dalam rekaman itu, terlihat juga anak ketiga mereka yang sedang tidur terkena sepakan kaki Armor, membuat publik terkejut dan marah atas tindakan kekerasan tersebut.
Bahkan menurut narasi yang disertakan pada video itu, Cut Intan menyebutkan bahwa perlakuan kasar seperti itu bukanlah kali pertama baginya. Tak hanya itu, Armor juga kerap ketahuan berselingkuh selama lima tahun pernikahan mereka.
Unggahan ini pun membuat para pengikutnya di media sosial memberikan dukungan penuh kepada Intan. Kasus tersebut juga menarik perhatian banyak pihak, termasuk aktivis perlindungan perempuan dan anak, yang mendesak agar kasus KDRT yang dialami Intan segera ditangani oleh pihak berwenang. (fyi/ian)






