Surabaya (beritajatim.com) – Profesor ITS Surabaya Prof Patdono Suwignjo menggagas kerangka pengelolaan kinerja untuk proses inovasi pada BUMN di Indonesia.
Patdono menyusun kerangka kerja faktor-faktor keberhasilan proses inovasi di BUMN Indonesia. Ada 8 yang menjadi patokan, yakni input, push factor dan pull factor, strategi, budaya, proses, outputs dan outcomes, serta difusi.
“Dari 8 faktor ini kemudian ada 28 indikator keberhasilan. Dalam kerangka kerja tersebut, dilakukan identifikasi faktor pendorong (push factor) dan faktor penarik (pull factor) dari perusahaan,” ujarnya, Kamis (14/3/2024).
Ia memaparkan bahwa push factor merupakan faktor eksternal yang mendorong industri melakukan inovasi. Sedangkan, pull factor adalah kebijakan yang ada di dalam perusahaan untuk berinovasi.
Selanjutnya adalah analisis proses inovasi yang dilakukan perusahaan tersebut. Melalui analisis proses inovasi, Patdono menyampaikan, diperoleh hasil pada outputs dan outcomes untuk kemudian diukur pada tahap difusi.
“Seluruh hasil analisis pada kerangka kerja tersebut ditinjau dalam tahap difusi untuk memperoleh langkah bagi perusahaan supaya inovasi dapat diimplementasikan,” jelas dosen 65 tahun ini.
Kerangka pengelolaan kinerja yang dicanangkan oleh Patdono ini dapat membantu perusahaan tetap bertahan dan memiliki daya saing selama 30 tahun ke depan.
Menurut Patdono, salah satu kunci agar perusahaan dapat berkelanjutan adalah dengan terus melakukan inovasi. “Karena itu, kerangka kinerja ini disusun untuk mengelola kinerja proses inovasi secara komprehensif,” tegasnya.
Melalui kerangka pengelolaan kinerja ini, Patdono berharap dapat membantu BUMN Indonesia untuk bersaing di kancah internasional. [ipl/ted]






