Magetan (beritajatim.com) – Produsen bolu khas Magetan di Desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan terpaksa mengecilkan ukuran bolu. Hal itu imbas naiknya tiga bahan baku utama yakni tepung terigu, gula, dan telur ayam.
Ari Wibowo (36) warga Desa Sidomukti mengatakan jika kenaikan harga itu terjadi sejak sebulan terakhir. Karenanya, dia melakukan penyesuaian dengan mengecilkan ukuran agar tak perlu menaikkan harga bolu.
BACA JUGA:
Harga Daging Sapi dan Ayam di Magetan Melonjak
“Terpaksa ukuran bolu kami perkecil. Supaya tidak perlu menaikkan harga. Meski sempat dapat komplain tapi ya gapapa, akhirnya mereka paham karena bahan baku pun naik,” kata Ari saat ditemui di tempat usahanya, Selasa (9/5/2023).
Ari merincikan, harga gula per sak kemasan 50 kilogram naik senilai Rp20.000 dari Rp510.000. Untuk tepung terigu naik sebanyak Rp 10.000 dari harga tadinya Rp200.000 per sak kemasan 20 kilogram. Untuk telur, harganya kini Rp28.000 per kilogram dari sebelumnya Rp24.000.

“Ya untuk per harinya itu habis masing-masing bahan baku sekitar 1 kuintal. Hasilnya sekitar 1.000 bungkus ya. Saat ini sudah berkurang produksinya. Sebelum pandemi tembus 3.000 bungkus tuh pernah,” lanjut Ari.
Sampai kini, sudah ada 20 orang karyawan yang .embantunya untuk produksi sampai pengepakan. Mereka merupakan warga setempat. Sebelum pandemi Covid-19, produksi per harinya mencapai 3.000 bungkus. Per bungkus berisi 10 buah kue bolu dipatok harga Rp5.000. Pun, tergantung pesanan, karena ada varian seharga Rp10.000 dengan jumlah 15 buah kue per bungkusnya.
“Kami mencoba tetap bertahan ya. Alhamdulillah, saat ini masih banyak pesanan meski banyak pesaing ya. Kami masih kirim ke Sleman, Yogyakarta, Surabaya dan wilayah eks-Karesidenan Madiun,” pungkasnya. [fiq/suf]






