Mojokerto (beritajatim.com) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto terus menunjukkan kiprahnya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menciptakan warga binaan yang mandiri dan produktif. Dalam dua pekan terakhir, tiga komoditas unggulan berhasil dipanen dari hasil budidaya para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Yakni sawi, terong, dan lele. Rabu (25/6/2025) kemarin, Lapas Kelas IIB Mojokerto melaksanakan panen sawi yang dibudidayakan langsung oleh para warga binaan. Panen ini merupakan bagian dari program akselerasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) dalam memperkuat pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan menyebut kegiatan tersebut sebagai bukti nyata kontribusi warga binaan terhadap isu strategis nasional. “Panen sawi ini adalah bukti nyata bahwa warga binaan bisa menjadi bagian dari solusi nasional. Ini juga sejalan dengan semangat akselerasi yang digagas oleh Bapak Menteri dalam membangun pemasyarakatan yang produktif, berdaya, dan berdampak positif,” ungkapnya, Kamis (26/6/2025).
Sawi-sawi hasil panen ini rencananya akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas dan sebagian akan disalurkan kepada masyarakat sekitar melalui program bakti sosial. Ini menjadi wujud nyata bahwa lembaga pemasyarakatan dapat memainkan peran strategis dalam membangun ketahanan pangan dan pembinaan yang humanis serta berorientasi pada masa depan.
“Dengan semangat ‘Produktif di Balik Jeruji’, Lapas Kelas IIB Mojokerto membuktikan bahwa pembinaan narapidana tidak lagi sebatas rutinitas formal, tetapi mampu melahirkan karya nyata yang memberi manfaat langsung, baik bagi warga binaan, lembaga, maupun masyarakat luas,” tegasnya.
Sebelumnya, Kamis (12/6/2025) dua pekan lalu, para WBP juga berhasil memanen puluhan kilogram terong dari lahan kebun binaan. Komoditas ini dipilih karena mudah dibudidayakan, memiliki nilai gizi tinggi, dan potensi pasar yang menjanjikan. Panen terong tak hanya mencerminkan keberhasilan pelatihan teknis, namun juga mengajarkan nilai kerja keras dan tanggung jawab.
Tak berhenti di situ, pada Rabu (11/6/2025) satu hari sebelumnya, Lapas Kelas IIB Mojokerto juga memanen ikan lele hasil budidaya di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi 13 Program Akselerasi Kementerian Hukum dan HAM, yang salah satunya fokus pada penguatan pembinaan berbasis ekonomi produktif.
Semua hasil panen tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan dapur Lapas dan sebagian didistribusikan kepada masyarakat melalui program bakti sosial, sebagai wujud pengabdian dan integrasi sosial. Program pertanian dan perikanan ini turut didukung oleh Dinas Pertanian dan instansi teknis lainnya melalui pelatihan hortikultura dan pendampingan berkelanjutan. [tin/aje]






