Jombang (beritajatim.com) – Puluhan ton susu segar dihasilkan dari usaha peternakan sapi perah yang terletak di Desa Galengdowo Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Setiap hari, kendaraan besar hilir mudik di sentra peternakan tersebut guna mendistribusikan susu segar.
Memang, desa yang berada di kaki pegunungan Anjasmoro ini 90 persen warganya menekuni usaha pertenakan sapi perah. Dari usaha itulah mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ekonomi pun mengucur deras.
Salah satu sentra peternakan sapi perah adalah UD Saputra Jaya. Sebuah kendang berukuran besar berdiri kokoh di lahan milik perusahaan tersebut. Sapi berwarna putih kombinasi hitam ini berjajar rapi di kendang berlantai beton. Sesekali sapi itu melenguh panjang.
Sejumlah pekerja nampak sibuk. Mereka melakukan berbagai aktivitas. Ada yang menata karung-karung berisi pakan sapi, ada pula yang merapikan tumpukan rumput untuk pakan ternak. Pada sudut lainnya, seorang pekerja sedang menyeprotkan air guna memandikan sapi perah.
Saat semprotan air mendarat di tubuhanya, sapi hitam putih itu mengibaskan kepala dan ekor. Lalu, ada pula pekerja yang sibuk melakukan pemerahan. Mereka memeras susu sapi. cairan putih tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah berupa timba. Dari timba dipindahkan ke wadah khusus berbahan alumunium.
Para pemerah itu bukan hanya laki-laki, namun nampak pula pekerja perempun. Susu segar yang baru diperas langsung dimasukkan ke dalam alat pendingin untuk sterilisasi. Dengan begitu, bakteri yang ada di dalam susu segar bisa mati.
Edy Sumarmo, pengelola UD Saputra Jaya menjelaskan, pihaknya mengelola sekitar 4.000 ekor sapi perah, dengan total produksi mencapai 32 ton susu segar per hari. Susu tersebut dipasok ke berbagai pabrik besar, termasuk PT Indolakto, produsen susu merek Indomilk.
UD Saputra Jaya juga menerima susu segar dari peternak lokal. Walhasil, Harga susu segar terus membaik. Sebelum keberadaan perusahaan ini, harga jual susu di kalangan peternak hanya Rp6 ribu per liter.
Namun, berkat pembinaan dan peningkatan kualitas produksi, kini harga susu di tangan peternak naik menjadi Rp 7.300 per liter. “Kami memberdayakan peternak lokal dengan berbagai program. Seperti sistem gaduh sapi dan kredit sapi tanpa bunga. Ini untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujar Edy, Jumat (1/11/2024).
Sejak 1990-an

Menurut Edy, UD Saputra Jaya berdiri sejak tahun 1990-an. Hanya saja, perusahaan ini baru memiliki kontrak pengiriman susu ke pabrik-pabrik besar pada 2021. Edy berharap potensi besar yang ada ini bisa terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Jombang untuk mengoptimalkan sektor peternakan sebagai penggerak ekonomi daerah.
Meski keuntungan menggiurkan, namun usaha peternakan sapi perah bukan tanpa kendala. Salah satu kendala itu adalah faktor kesehatan. Betapa tidak, ketika kesehatan sapi perah terganggu, maka produksi susu segar juga berkurang.
Oleh sebab itu, setiap sapi dipantau secara ketat untuk memastikan kesehatannya sehingga produksi susu tetap optimal. Walhasil, tim kesehatan hewan rutin melakukan pemeriksaan sentra peternakan sapi perah UD Saputra Jaya.
Dalam proses pengolahan susu, UD Saputra Jaya juga menerapkan standar kebersihan yang ketat. Susu segar yang baru diperah langsung dimasukkan ke alat pendingin dan disterilkan untuk memastikan kualitas dan keamanannya. Proses ini memakan waktu sekitar 20-30 menit.
Edy mengakui, UD Saputra Jaya belum memproduksi susu kemasan dengan metode pasteurisasi. Yakni, metode sterilisasi yang berfungsi membunuh kuman penyebab penyakit yang dapat mengontaminasi susu.
Pengiriman Hingga Bandung Jawa Barat

Namun pihaknya langsung mengirimkan ke pabrik-pabrik besar dalam bentuk susu segar. “Kami mengirim susu segar ke pabrik di Bandung Jawa Barat dan Wonosari Kabupaten Malang Jawa Timur,” kata Edy saat berada di lokasi.
Edy menegaskan bahwa pihaknya yakin industri susu di Wonosalam dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan tidak hanya bagi ekonomi lokal, tetapi juga untuk ketahanan pangan nasional.
Kesibukan masih terlihat di sentra peternakan sapi perah UD Saputra Jaya. Para pekerja membersihkan kandang, memandikan sapi, lalu melakukan pemerahan. Susu segar warna putih ini mengucur deras ke dalam timba. Sederas rezeki yang mengucur untuk perekonomian warga. [suf]






