Banyuwangi (beritajatim.com) – Potensi Kampung Bebek Banyuwangi cukup menjanjikan. Namun, hasil produksinya masih kecil karena berputar di kebutuhan lokal. Meskipun beberapa yang telah merambah ke Pulau Bali.
Kampung Bebek di Dusun Sumberkepuh, Desa Kedunguwungu, Kecamatan Tegaldlimo ini mampu memproduksi bebek potong sebanyak 2000 ekor perhari.
Peternakan bebek di tempat ini tidak hanya khusus pembesaran. Melainkan, dikerjakan mulai dari hulu ke hilir.
“beternak bebek mulai dari penetasan telur, pembesaran, budidaya, pemotongan, hingga pemasaran. Bahkan telur yang gagal menetas dijadikan pakan ternak lele. Dengan memberdayakan warga desa,” ungkap Nur Kholis salah seorang peternak.
Sementara itu, Ketua Kelompok Ternak Bebek Makmur Mandiri, Imron Rosadi menyebut, kelompok ternaknya memelihara dua jenis bebek, yakni hibrida dan peking. Pemasarannya masih seputar Banyuwangi dan Bali. “Selain memenuhi kebutuhan warga, bebek dari kelompok ini juga untuk pemenuhan kebutuhan warung dan restoran,” katanya.
Imron juga berterima kasih ke Pemkab Banyuwangi yang telah melakukan pendampingan. Bantuan meliputi, izin hingga legalitas lainnya. “Selama ini kami banyak dibantu mulai legalitas perizinan, izin lingkungan, dan lainnya,” kata Imron.
Sedangkan, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melihat peternak bebek di desa ini cukup baik. Mulai dari tahap budidaya awal hingga pemasarannya. “Produksi bebek potong di tempat ini dilakukan dengan detail dan rapi,” kata Bupati Ipuk.
Bupati Ipuk juga mengintruksikan kepada dinas terkait untuk terus melakukan pendampingan. Tujuannya, agar usaha ternak kelompok ini semakin luas. “Kami juga minta agar Dinas Pertanian dan Pangan memfasilitasi rumah potongnya mengantongi sertifikasi halal,” pungkasnya. (rin/kun)
BACA JUGA: Mengintip Aktivitas Kampung Bebek di Banyuwangi






