Jember (beritajatim.com) – M. Satib, legislator DPRD Jawa Timur dari Partai Gerindra, mengutuk aksi penipuan dengan mengatasnamakan dirinya terhadap pengelola Yayasan Raudlatul Akbar di Kabupaten Jember. Ia berjanji akan memperjuangkan alokasi bantuan untuk perbaikan masjid yayasan itu.
“Nanti permohonan bantuan bisa diberikan kepada staf saya. Saya akan perjuangkan untuk dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jatim 2024. Kalau APBD 2023 sudah tidak bisa, karena akan disahkan pada 10 November 2022,” kata Satib kepada Kodrat Riyanto, Ketua Yayasan Raudlatul Akbar, Jumat (4/11/2022).
Kodrat tertipu oleh seseorang yang mengatasnamakan Satib yang berdalih menyumbangkan sejumlah uang untuk perbaikan masjid. Sebagai yayasan pendidikan, Raudlatul Akbar mengelola sekolah setingkat taman kanak-kanak, madrasah ibtidaiyah, madrasah tsanawiyah, dan sekolah menengah kejuruan. Total siswanya mencapai 300 orang.
Kodrat ingin memperbaiki masjid yang dikelola yayasannya, karena sudah rusak. Di tengah keinginannya itu, seseorang yang mengaku Satib meneleponnya. Satib palsu mengirimkan sejumlah bukti transfer ke nomor rekening Yayasan Raudlatul Akbar dan Kodrat diminta mengirimkan sejumlah uang kepada sebuah yayasan di Pasuruan.
Kodrat mentransfer total Rp 75 juta kepada yayasan di Pasuruan itu. Belakangan, setelah mengecek di bank, barulah ia sadar jika telah tertipu. Bukti transfer ke rekening Yayasan Raudlatul Akbar miliknya ternyata palsu. Tidak ada uang yang masuk ke sana. Justru ia harus kehilangan uang pribadi yang ditransferkan ke sebuah yayasan di Pasuruan.
Kodrat tak sendirian. Warga Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan bernama Soponjono juga tertipu dengan modus yang sama. Uang Rp 56 juta miliknya lenyap dibawa kabur penipu yang mencatut nama Satib tersebut.
[berita-terkait number=”3″ tag=”penipuan”]
Satib sendiri baru pulang dari umrah pada 1 November dan mendapat laporan tersebut. “Sebelumnya saya dapat pesan WhatsApp dari Pak Soponjono yang bilang sudah mentransfer sejumlah uang,” katanya.
Sebagaimana Kodrat, Soponjono dihubungi Satib palsu yang berkenalan dengannya via akun Facebook Aba Satib. Satib pun kaget karena akun Facebooknya dikloning. “Hati-hati kalau transfer, sekarang banyak penipuan,” kata Satib kepada Soponjono.
Dua korban penipuan tersebut sama-sama ketua kelompok masyarakat yang melaksanakan pembangunan infrastruktur dengan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jawa Timur yang diperjuangkan Satib. “Alangkah baiknya ke depan kalau ada orang yang mengatasnamakan saya, tolong konfirmasi kepada saya. Saya percaya polisi bisa menindaklanjuti laporan warga ini,” kata Satib. [wir/suf]






