Jember (beritajatim.com) – Prihatin melihat tim Pogres yang mewakili Kabupaten Pacitan dalam kompetisi sepak bola Piala Soeratin U13 Jawa Timur di Kabupaten Jember tak punya cukup dana, Kris Hendrijanto, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jember, bersedia menampung selama turnamen berlangsung.
“Sekitar sepekan lalu saya dikabari seorang wali atlet yang kebetulan dulu teman sekolah di Pacitan. Beliau menyampaikan bahwa anaknya bersama tim Sekolah Sepak Bola Pogres akan mengkuti turnamen Piala Soeratin U13 di Jember,” kata Kris, Senin (8/1/2024).
Kris diberitahu bahwa tim itu berangkat dengan anggaran terbatas dan biaya mandiri. “Ada keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab dan PSSI Pacitan. Mendengar itu, saya sebagai putra asli Pacitan merasa terpanggil untuk bisa memberikan bantuan yang saya mampu berikan,” katanya.
Kris pun menyatakan siap menyambut para pesepakbola cilik itu. “Anak-anak kita harus berangkat meskipun dengan keterbatasan dana. Kita tidak boleh mematahkan harapan mereka untuk menjadi atlet yang membawa nama Pacitan,” katanya kepada sang kawan.
“Yang penting mereka bisa sampai dulu saja di Jember. Kalau sudah sampai di Jember, saya akan bantu akomodasinya semampu saya, baik dalam hal penginapan dan makan,” kata Kris.
Kris rupanya sudah punya solusi. Pria yang juga Ketua RT 02 RW 37 di Perumahan Taman Gading Tegalbesar ini rupanya mengetahui ada beberapa rumah yang kosong di kampungnya. Dia mengontak pemilik tiga rumah untuk mendapatkan izin menampung tim Pogres ke di sana.
Kris bersyukur para pemilik rumah setuju. “Ya tentu saja seadanya. Yang penting anak-anak harus bisa tidur dengan baik dan hrs kenyang, agar bisa turun ke lapangan untuk menunjukkan permainan terbaik mereka. Pikiran anak-anak tidak boleh terbebani dengan hambatan-hambatan seperti keterbatasan anggaran. Itu saja sih yang memotivasi saya untuk menampung mereka,” katanya.
Ternyata keterbatasan dana tak menghalangi Pogres untuk melaju dalam babak penyisihan Grup E Piala Soeratin U13 Jawa Timur, di Kabupaten Jember, 6 – 8 Desember 2024. Mereka berhasil menduduki posisi runner up Grup E di bawah Persebaya Surabaya.
Mereka dihajar 0-8 oleh Persebaya dalam pertandingan pertama di Lapangan Brigif 509, Sabtu (6/1/2024). Anak-anak asuhan Manajer Aris Wahyudi dan Pelatih Firza Vandika ini kemudian bangkit mengalahkan Surya Muda Kota Probolinggo 2-0, Minggu (7/1/2024).
Dalam pertandingan terakhir, Senin (8/1/2024), mereka menekuk Bafa Kota Batu 3-1. “Kami tidak mengira bisa lolos ke Babak 18 Besar dan bisa menang atas wakil Batu dan Probolinggo,” kata Aris.
“Semoga mereka terus menang hingga babak selanjutnya. Tentu dukungan semua pihak, khususnya warga Pacitan, sangatlah diharapkan,” kata Kris. [wir]






