Surabaya (beritajatim.com) – Bhayangkara Presisi Lampung FC akan menjamu Persebaya Surabaya dalam pekan ke-14 Super League 2025/2026. Kedua tim akan berjumpa di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, pada Jumat (28/11/2025).
Pertandingan ini menjadi babak pembuka perjalanan Uston Nawawi yang baru ditunjuk sebagai caretaker Bajul Ijo setelah pemecatan Eduardo Perez. Sementara itu, tuan rumah menyodorkan tantangan dengan reputasi kandang yang hampir tak tersentuh.
Musim ini Bhayangkara tampil sangat stabil di Lampung. Tujuh pertandingan kandang menghasilkan empat kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan, menyumbang rata-rata dua poin tiap laga.
Produktivitas sembilan gol dan ketangguhan lini belakang yang hanya kebobolan empat kali membuat mereka bertengger di peringkat kedua daftar rekor kandang terbaik Super League 2025/2026, tepat di bawah Borneo FC. Konsistensi itu menjadikan Lampung salah satu markas paling sulit ditembus.
Di tengah tren impresif tuan rumah, Persebaya datang membawa cerita berbeda. Mereka baru saja berpisah dengan Eduardo Pérez sang pelatih kepala. Uston yang sebelumnya menjabat asisten pelatih harus bergerak cepat mengelola transisi dan mempersiapkan tim menghadapi lawan yang sangat ia pahami kekuatannya.
Tantangan makin terasa karena Bhayangkara kini dipimpin Paul Munster, pelatih yang memiliki rekam jejak apik saat bertemu Persebaya. Pada musim 2021/2022, Munster mencatat dua kemenangan beruntun atas Bajul Ijo.
Pertemuan pertama terjadi pada 24 September 2021 dengan skor tipis 1-0 lewat pendekatan menyerang berbasis formasi 4-3-3. Pertemuan berikutnya pada 18 Januari 2022 kembali dimenangkan Bhayangkara, kali ini 2-1, setelah tekanan tinggi sejak menit awal membuat Persebaya kesulitan keluar dari tekanan.
Rangkaian kemenangan itu memperkuat keyakinan Munster dalam membaca karakter permainan Persebaya. Disiplin taktik dan kemampuannya memanfaatkan celah lawan menjadi faktor yang tak bisa diabaikan menjelang duel pekan ini.
Persebaya memang punya catatan manis berupa kemenangan 4-0 pada 8 Desember 2019, tetapi hasil tersebut terjadi jauh sebelum Munster menata ulang pendekatan Bhayangkara saat menghadapi Bajul Ijo.
Dengan kondisi kedua tim yang berbeda arah, laga di Lampung diprediksi berjalan ketat. Bhayangkara ingin menjaga stabilitas kandang, sementara Persebaya berupaya melewati masa transisi tanpa kehilangan fokus. (faw/ian)






