Jakarta (beritajatim.com) – Persik Kediri berhadapan dengan Persijap Jepara pada pekan ketujuh Super League 2025/2026. Laga ini akan berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Jepara, Sabtu (27/9/2025) malam WIB.
Pertandingan ini menjadi momen krusial bagi kedua tim yang sama-sama tengah berjuang untuk kembali ke jalur kemenangan setelah hasil minor di pekan sebelumnya.
Bagi Laskar Kalinyamat, julukan Persijap, duel ini adalah kesempatan untuk bangkit di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter. Sementara Persik berharap bisa mencuri poin demi memperbaiki posisi di klasemen.
Laga ini akan menjadi pertemuan ketiga sepanjang sejarah kedua tim, setelah terakhir kali bertemu pada 2014. Dari dua duel sebelumnya, masing-masing tim pernah meraih kemenangan. Persijap menang tipis 1-0 pada 10 Maret 2014, sebelum Persik membalas dengan skor telak 4-0 pada 4 Juni 2014.
Kini, setelah lebih dari satu dekade, keduanya kembali bersua di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, di mana pengalaman dan adaptasi taktik akan menjadi kunci.
Saat ini, Persijap Jepara berada di posisi kesebelas klasemen Super League 2025/2026 dengan delapan poin dari dua kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan. Pekan lalu, mereka menelan pil pahit dengan kekalahan 1-2 dari Persita Tangerang di kandang sendiri.
Pelatih Mario Lemos menyoroti masalah internal tim sebagai penyebab utama. Menurutnya, para pemain masih bermain egois dan kurang kompak, yang membuat mereka kehilangan fokus. “Para pemain masih merasa dan bermain dengan nomor punggungnya masing-masing. Main egois. Ini yang menyebabkan kekalahan kita pada laga ini,” kata Lemos.
Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan kekompakan, serta menghindari kehilangan konsentrasi seperti yang terjadi saat kecolongan gol dari Persita. “Harus berani mati di lapangan. Hanya dengan kerja keras dan semangat tim, kami bisa raih hasil positif,” tambahnya.
Meski demikian, Persijap tetap optimis meskipun menghadapi keterbatasan skuad. Tiga pemain kunci absen: Charlos Franca dan Douglas Brito karena akumulasi kartu, serta Alexis Nahuel Gomez akibat cedera.
Kekalahan sebelumnya justru menjadi cambuk untuk bangkit, terutama di depan publik sendiri. Tim pelatih telah melakukan evaluasi mendalam dari segi taktik, mental, dan fisik. Mereka menyiapkan strategi khusus untuk meredam kekuatan Persik, dengan fokus pada kekompakan dan kerja keras.
“Persiapan kami matang. Tactical plan sudah dipoles, mental pemain pun terus kami jaga. Kami percaya dengan kekompakan dan kerja keras, tim ini bisa memberikan kejutan,” kata manajer tim Egat Sacawijaya.
Di sisi lain, Persik Kediri berada tepat di bawah Persijap, yakni posisi ke-12, dengan catatan dua kemenangan, satu imbang, dan tiga kekalahan. Pekan lalu, mereka kalah 0-1 dari Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pelatih Ong Kim Swee mengakui adanya kelemahan yang perlu diperbaiki, terutama di set pieces.
Kabar baik datang dari Persik dengan pulihnya kapten tim, Ezra Walian, dari cedera. Pemain naturalisasi ini sudah kembali latihan bersama rekan-rekannya dan tampak bebas bergerak. Namun Ong Kim Swee ragu untuk langsung menurunkan Ezra Walian secara penuh karena pemain tersebut absen latihan selama dua pekan.
“Sejak cedera, Ezra Walian dua pekan tidak latihan. Jadi dia butuh masa mengembalikan kebugarannya lagi agar bisa bermain penuh. Jika Ezra Walian main tentu pelan-pelan dulu. Kalau kami paksakan tampil penuh bisa risiko cedera tambah parah,” tegas pelatih asal Malaysia itu.
Laga ini diprediksi berlangsung ketat dan penuh semangat, mengingat kedua tim butuh poin untuk naik peringkat. Persijap ingin memanfaatkan faktor kandang dan dukungan suporter untuk mengangkat mental, sementara Persik tak mau pulang tangan kosong. (faw/ted)






