Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Surabaya menghadapi ujian berat saat bertandang ke markas Malut United pada pekan ke-29 Super League 2025/2026. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Kie Raha, Ternate, Kamis (23/4/2026) malam.
Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares menegaskan bahwa Malut United bukan lawan yang bisa dianggap enteng, terutama saat bermain di kandang sendiri.
“Kita tahu Malut adalah tim yang kuat di kandang dengan pemain-pemain bagus secara individu,” ujar Bernardo Tavares.
Ia menambahkan, kualitas individu pemain Malut United dapat menjadi pembeda, khususnya dalam duel satu lawan satu dan situasi transisi menyerang di area berbahaya.
“Kemampuan mereka dalam duel satu lawan satu, terutama di sekitar kotak penalti, sangat menentukan,” lanjutnya.
Kedua tim datang dengan kondisi serupa setelah sama-sama menelan kekalahan dalam dua laga terakhir. Namun, Malut United sedikit diuntungkan karena bermain di hadapan pendukung sendiri yang dipastikan memberi tekanan tambahan bagi tim tamu.
Persebaya sendiri masih dibayangi persoalan kebugaran pemain. Tavares berharap tim medis mampu mempercepat pemulihan sejumlah pemain agar opsi strategi semakin variatif.
“Kami berharap departemen medis bisa membantu memulihkan beberapa pemain cedera agar kami punya lebih banyak pilihan,” kata pelatih asal Portugal itu.
Di sisi lain, gelandang Persebaya, Francisco Rivera tetap optimistis timnya mampu bangkit dan menghentikan tren buruk. Ia menilai performa tim sebenarnya menunjukkan perkembangan meski hasil belum sesuai harapan.
“Kami tahu kami kalah, tapi kami percaya pada kerja keras yang kami lakukan di luar pertandingan,” ujar Rivera.
Evaluasi telah dilakukan, terutama terkait penyelesaian akhir yang menjadi kendala utama dalam beberapa pertandingan terakhir.
“Kami bekerja sangat keras minggu ini. Kami butuh hasil di pertandingan melawan Malut untuk mengubah situasi,” imbuhnya.
Persebaya saat ini tengah mengalami periode sulit setelah menelan dua kekalahan beruntun, masing-masing dari Persija Jakarta dan Madura United. Catatan tandang juga menjadi perhatian serius, dengan tiga kekalahan beruntun di laga away.
Satu-satunya modal positif adalah kemenangan 2-1 atas Malut United pada pertemuan pertama musim ini.
“Semua pemain dan staf dalam kondisi siap. Kami akan berusaha meraih tiga poin,” tegas Rivera.
Saat ini, Persebaya menempati peringkat keenam klasemen dengan 42 poin dari 28 pertandingan. Sementara Malut United berada satu tingkat di atasnya, yakni posisi kelima dengan koleksi 46 poin.
“Malut United saat ini memang tidak dalam kondisi terbaik. Banyak faktor yang memengaruhi, tapi kami akan terus berjuang untuk kembali ke performa sebenarnya,” kata Hendri Susilo, pelatih Malut United.
Ia menilai laga melawan Persebaya sebagai momentum penting untuk bangkit, terlebih dengan dukungan penuh suporter di Stadion Kie Raha. “Kami harus meraih tiga poin di laga ini,” tegasnya.
Meski memiliki catatan kandang yang cukup solid, Malut United belum meraih kemenangan dalam empat pertandingan terakhir. Hal ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan jika ingin tetap bersaing di papan atas.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat, dengan kedua tim sama-sama berambisi keluar dari tekanan. Bagi Malut United, kemenangan bukan hanya soal poin, tetapi juga pembuktian bahwa mereka masih layak menjadi penantang serius di klasemen atas. (faw/but)






