Jakarta (beritajatim.com) – Pertarungan sengit akan tersaji di Stadion Kie Raha, Ternate, Jumat malam (19/9/2025), saat Malut United FC menjamu Madura United FC dalam lanjutan pekan keenam Super League 2025/2026.
Kedua tim sama-sama mengoleksi lima poin dari lima laga, menjadikan duel ini sebagai ajang pembuktian siapa yang lebih siap bangkit.
Malut United berada di posisi ke-12 klasemen, satu tingkat di atas Madura United yang menempati peringkat ke-13. Konsistensi menjadi kata kunci bagi kedua tim yang masih mencari ritme permainan terbaik mereka.
Tim besutan Hendri Susilo belum meraih kemenangan sejak pekan pertama musim ini. Dua kekalahan beruntun dari Persik Kediri (1-2) dan PSIM Yogyakarta (0-2) membuat laga kandang kali ini menjadi kesempatan emas untuk bangkit.
Dari dua laga kandang sebelumnya, Malut United hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Bali United dan kalah dari PSIM. Dukungan publik Ternate diharapkan bisa menjadi energi tambahan untuk mengakhiri tren negatif.
Madura United datang dengan motivasi tinggi. Meski belum menang dalam tiga laga terakhir (dua imbang, satu kalah), mereka punya rekor bagus melawan Malut United. Laskar Sape Kerrab belum pernah kalah dari Laskar Kie Raha, termasuk kemenangan 1-0 di Stadion Kie Raha pada Januari lalu.
Pelatih Alfredo Vera menegaskan timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsentrasi di lini belakang. Dua aspek ini menjadi sorotan setelah Madura United gagal mencetak gol dalam dua laga terakhir.
“Kami sudah pelajari gaya main Malut United dan akan menyesuaikan strategi. Tapi yang terpenting adalah menjaga organisasi permainan agar bisa mengimbangi atmosfer di sana,” ujar Alfredo Vera. [faw/aje]






