Surabaya (beritajatim.com) – Derbi Jawa Timur kembali memanaskan kompetisi Super League 2025/2026. Laga sarat gengsi mempertemukan Madura United melawan Arema FC pada pekan ke-22, Sabtu (21/2/2026) pukul 20.30 WIB di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan.
Pertemuan ini diprediksi berlangsung ketat, sebab kedua tim datang dengan motivasi berbeda. Madura United berupaya menjauh dari zona bawah klasemen, sementara Arema FC membidik posisi lebih baik di papan tengah.
Pada putaran pertama, Madura United sukses mencuri satu poin saat bermain imbang 2-2 di Stadion Kanjuruhan. Hasil tersebut menjadi modal kepercayaan diri bagi Laskar Sape Kerrab untuk kembali memberi perlawanan sengit.
Pelatih Madura United, Carlos Parreira mengakui bahwa tren positif Arema FC dalam tiga pertandingan terakhir patut diwaspadai. Namun ia menegaskan timnya telah menyiapkan strategi khusus.
“Kami menghormati tren positif Arema FC dalam tiga pertandingan terakhir. Namun setiap laga berbeda. Kuncinya adalah disiplin dalam organisasi permainan, tidak memberi ruang terlalu banyak, serta lebih efektif saat mendapatkan peluang,” ujar Carlos.
Menurutnya, Madura United harus tampil dengan karakter dan identitas permainan sendiri. Ia menilai Arema memiliki kekuatan dalam transisi cepat dan kualitas individu pemain yang bisa menentukan hasil akhir.
“Kami harus bermain dengan karakter dan keberanian. Arema memiliki mental bertanding yang kuat, transisi cepat, serta kualitas individu yang bisa menentukan pertandingan,” katanya.
Carlos juga menekankan pentingnya konsentrasi penuh sepanjang 90 menit pertandingan agar tidak kehilangan momentum.
“Kepercayaan diri mereka sedang tinggi, jadi kami harus fokus penuh selama 90 menit dan tidak boleh lengah sedikit pun,” ucapnya.
Di kubu tamu, Arema FC datang dengan rasa percaya diri tinggi usai mencatat tiga kemenangan beruntun. Kemenangan atas Semen Padang pada laga sebelumnya menjadi bekal penting sebelum bertandang ke Pamekasan.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos menilai Madura United sebagai tim solid dengan organisasi permainan yang baik. Ia juga menyoroti keberadaan sejumlah pemain dan pelatih asal Brasil di skuad tuan rumah.
“Kami tahu Madura adalah tim yang terlatih dengan baik. Mereka juga mendatangkan beberapa pemain penting, termasuk dari Brasil. Tim ini sudah sangat solid dan terorganisir dengan baik,” ujar Marcos.
Tambahan amunisi di putaran kedua membuat Singo Edan tampil lebih kompetitif. Nama-nama seperti Gustavo Franca, Hansamu Yama, dan Rio Fahmi menjadi kekuatan baru yang memperkaya opsi taktik Arema.
Secara klasemen, Madura United saat ini berada di peringkat ke-14 dengan 19 poin dari 21 pertandingan, hasil dari empat kemenangan, tujuh kali imbang, dan sepuluh kekalahan. Sementara Arema FC menempati posisi kesembilan dengan koleksi 30 poin dari jumlah laga yang sama. (faw/but)






