Surabaya (beritajatim.com) – Arema FC membidik kemenangan ketiga secara beruntun saat menjamu Semen Padang pada pekan ke-21 Super League 2025/2026. Duel ini digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Minggu (15/2/2026) sore.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos memastikan timnya telah menyiapkan skema khusus untuk meredam kekuatan lawan. Ia menilai Semen Padang memiliki pola serangan balik cepat yang berbahaya, terutama dalam transisi dari bertahan ke menyerang.
“Semen Padang kuat saat melakukan counter attack lewat transisi yang cepat. Saya sudah menyiapkan strategi untuk itu,” ujar Marcos.
Menurutnya, performa Semen Padang mengalami peningkatan signifikan pada putaran kedua sejak ditangani Dejan Antonic. Kehadiran sejumlah pemain anyar dengan kualitas mumpuni membuat permainan Kabau Sirah lebih solid dibandingkan putaran pertama.
“Mereka banyak berubah ketimbang di putaran pertama,” katanya.
Arema yang berjuluk Singo Edan mengincar tambahan tiga poin di kandang. Jika berhasil menundukkan Semen Padang, Arema akan mencatatkan hattrick kemenangan setelah sebelumnya menaklukkan Persijap Jepara dan Persija Jakarta.
Marcos menegaskan kemenangan bukan hanya bergantung pada satu atau dua pemain, melainkan hasil kerja kolektif seluruh tim.
“Kemenangan yang dikasih oleh Tuhan bagus buat kami. Sehingga kami bisa sukses di pertandingan besok dan ke depan,” ucapnya.
Di sisi lain, Semen Padang datang ke Malang dengan misi mencuri angka. Dejan Antonic menyebut motivasi pemainnya sedang tinggi untuk keluar dari zona degradasi.
“Pemain memiliki motivasi yang besar dibandingkan tim lain, untuk keluar dari zona merah. Dalam kondisi saat ini, satu atau tiga poin penting bagi kami,” kata Dejan.
Saat ini, Semen Padang menempati peringkat ke-16 klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari 20 pertandingan. Dalam tiga laga terakhir, Kabau Sirah menunjukkan tren positif. Mereka menang 1-0 atas Persita Tangerang serta bermain imbang melawan Bali United dan PSM Makassar.
Dejan menilai raihan lima poin dari tiga laga tersebut sebagai modal berharga jelang menghadapi Arema. Ia bahkan menyebut laga di Kanjuruhan sebagai momentum kebangkitan timnya.
“Kadang sepak bola pekerjaan yang sulit, sebab saat bermain bagus bisa kalah dan saat bermain tidak bagus bisa menang,” ujarnya. (faw/aje)






