Bondowoso (beritajatim.com) – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen di Kabupaten Bondowoso pada Mei 2025 mendatang.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi.
Menurut Eniya, Presiden Prabowo akan didampingi oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam peresmian tersebut.
“Pada Mei 2025 rencananya Menteri ESDM Bahlil Lahadalia akan meresmikan PLTP Ijen, yang juga akan memboyong Pak Presiden Prabowo Subianto ke peresmian,” ujar Eniya saat audiensi bersama Bupati Bondowoso, KH Abdul Hamid Wahid, di Jakarta, Selasa (15/4/2025).
PLTP Ijen menjadi fasilitas pembangkit listrik tenaga panas bumi pertama di Jawa Timur yang telah resmi beroperasi secara komersial, dikelola oleh PT Medco Cahaya Geothermal (MCG), anak usaha PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC).
Kementerian ESDM juga akan meluncurkan platform digital Genesi.s untuk proses lelang Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP).
“Setidaknya ada 10 WKP yang memiliki potensi untuk dilelang. Meski begitu, satu WKP yang dipastikan proses lelangnya dipercepat adalah WKP Banda Baru, yang terletak di Maluku,” terang Eniya.
Selain platform online, Kementerian ESDM juga tengah menyiapkan road map dan white paper panas bumi.
“Nanti on the road kita bisa melahirkan satu peraturan pemerintah. Lalu white paper tadi kita isi dengan roadmap dan didukung oleh industri-industri yang siap untuk masuk ke situ,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Abdul Hamid Wahid mengapresiasi langkah Kementerian ESDM dalam mendorong pengembangan energi bersih di Bondowoso.
Ia menilai audiensi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi pengembangan energi terbarukan.
“Alhamdulillah, hari ini kami berkesempatan bersilaturahmi dan berdiskusi langsung dengan jajaran Kementerian ESDM RI,” ungkapnya dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @ahw_official, Rabu (16/4/2025).
PLTP Ijen telah menyuplai 35 Megawatt (MW) listrik ke jaringan Jawa dengan perjanjian jual beli listrik selama 30 tahun.
Ke depan, kapasitasnya akan ditingkatkan hingga 110 MW, yang mampu melistriki sekitar 85.000 rumah tangga dengan dukungan 83 menara dan jalur transmisi 150 kV.
Proyek ini juga mendapat berbagai penghargaan atas aspek keselamatan kerja dan nihil kecelakaan dari Ditjen EBTKE serta Pemprov Jawa Timur, serta dinilai sebagai bukti kemampuan nasional mengelola panas bumi secara modern dan berkelanjutan. (awi/ted)






