Jember (beritajatim.com) – Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur mempelopori simulasi program Makan Bergizi Gratis, di Arum Sabil City Forest, Kabupaten Jember, Rabu (8/1/2024). Sebanyak 12.600 paket makanan didistribusikan ke sejumlah sekolah.
Ini Kwartir Daerah Pramuka pertama yang melakukan simulasi. Peluncuran simulasi program Makan Bergizi Gratis ini dihadiri langsung Penjabat Gubernur Jatim Adhy Karyono dan Ketua DPRD Jatim Muhammad Musyafak Rouf. Sementara Menteri Kebudayaan Fadli Zon memberikan sambutan via video.
“Kegiatan ini sinergi berbagi peran. Pramuka dengan cara swadaya menyiapkan bahan baku masak. Lintas instansi menyiapkan peralatan masak dan tenaga yang memasak,” kata Ketua Pramuka Kwarda Jatim Arum Sabil.
Arum menegaskan, tidak ada anggaran dari pemerintah yang diberikan kepada Pramuka untuk menggelar kegiatan tersebut. “Biar tidak salah paham, karena sebagian sudah mulai mengatakan, bahwa makan bergizi gratis ini adalah (berasal dari) dana pemerintah yang turun,” katanya. Kegiatan itu adalah simulasi memasak dan mendistribusikannya.
Sejumlah organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi Jatim mendukung uji coba tersebut dengan menyumbangkan lima ribu paket makanan. Sementara Universitas Negeri Surabaya dan Pramuka menyumbangkan dua ribu paket. Brigif Raider 9 Dharaka Yudha menyumbangkan dua ribu paket.
Komando Distrik Militer 0824 dan Secaba Riundam V Brawijaya menyumbangkan seribu paket. Satuan Brigadir Mobil Kepolisian Daerah Jawa Timur dan Kepolisian Resor Jember menyumbangkan dua ribu paket. Batalyon Komando Batalyon Komando 464 Kopasgat menyumbangkan 600 paket.
Adhy Karyono memuji kepeloporan Pramuka Jawa Timur ini. “Saya sangat bahagia, karena kita bisa membuktikan bagaimana semua elemen bisa bersatu untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Simulasi dilakukan mulai dari proses memasak cepat dalam jumlah banyak, pemeriksaan terhadap kandungan gizi yang teliti, menata makanan tersebut, dan mendistribusikan untuk sekolah-sekolah yang dituju pada jam istirahat belajar.
“Ini bukan sesuatu yang mudah. Kemarin kita sudah mulai dengan 26 provinsi, termasuk Jawa Timur, tapi memang belum semua. Hari ini kami ingin mendukung program pemerintah pusat, dan ternyata tadi bisa dilakukan dengan baik,” kata Adhy.
Kegiatan simulasi itu akan dievaluasi untuk dijadikan format standar. “Nantinya begitu anggaran masuk ke Provinsi Jawa Timur, bisa kita lakukan dengan cara yang sama, mitra yang sama,” kata Adhy.
Pemprov Jatim sudah mempersiapkan anggaran untuk makan bergizi gratis ini. “Tapi kami menunggu, apakah anggaran ini digunakan untuk menambah target atau untuk supporting seperti peralatan masak, biaya distribusi dan sebagainya. Kami siap,” kata Adhy.
Sementara itu, sejumlah siswa yang hadir dalam acara peluncuran simulasi itu terlihat menikmati paket makanan yang terdiri atas nasi, daging ayam, sayur, dan pisang. “Lapar. Tapi saya lebih suka pedas pakai sambal,” kata salah satu siswa laki-laki sekolah dasar.
Adhy mengatakan, Dinas Kesehatan dan Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan siap mengawasi mutu makanan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis ini. [wir]






