Malang (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprakirakan kondisi cuaca di wilayah Malang Raya akan mengalami variasi signifikan mulai dari cerah berawan hingga potensi hujan petir pada Sabtu (17/1/2026). Fenomena udara kabur atau kabut tebal juga diprediksi menyelimuti wilayah dataran tinggi serta kawasan wisata menjelang malam hari.
BMKG Juanda melaporkan bahwa Kota Malang, yang meliputi Kecamatan Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun, mengawali akhir pekan dengan cuaca sangat cerah pada pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB. Masyarakat yang berencana melakukan aktivitas luar ruangan atau wisata kuliner diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cukup cepat.
“Mulai pukul 11.00 WIB hingga sore hari pukul 16.00 WIB, hujan dengan intensitas ringan diprediksi mengguyur seluruh kecamatan di Kota Malang secara merata,” dikutip dari data visual laman resmi BMKG Juanda.
Kondisi udara di pusat kota diprediksi kembali kondusif dan hanya berawan saat memasuki waktu malam hari. Hal ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati suasana kota tanpa gangguan hujan setelah petang.
Peringatan Dini Hujan Petir di Kabupaten Malang
Peningkatan kewaspadaan sangat diperlukan bagi warga yang berada di wilayah Kabupaten Malang, khususnya bagian selatan dan timur. Potensi cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai petir diprediksi akan terjadi pada puncak siang hari.
“Wilayah Bantur, Dampit, Gedangan, Gondanglegi, Jabung, Pagak, dan Turen berpotensi mengalami hujan petir antara pukul 13.00 WIB hingga 15.00 WIB,” catat laporan resmi tersebut.
Para pengendara yang melintasi jalur selatan diharapkan berhati-hati terhadap jarak pandang yang berkurang dan jalanan licin akibat curah hujan tinggi. Sementara itu, wilayah dataran tinggi seperti Ngantang dan Pujon justru diprediksi akan mengalami fenomena udara kabur yang cukup tebal sejak sore hari.
Prakiraan Cuaca Kota Batu dan Sekitarnya
Kota Batu mengawali pagi ini dengan cuaca cerah yang mendukung aktivitas pendakian atau agrowisata bagi para pelancong. Namun, hujan ringan diprakirakan mulai turun membasahi kota wisata ini pada pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Menjelang malam, Kota Batu diprediksi akan diselimuti kabut tebal yang dapat mempengaruhi mobilitas para pengendara di jalur pegunungan. Kondisi ini menuntut konsentrasi ekstra bagi wisatawan yang hendak bermalam di kawasan villa atau hotel.
“Mulai pukul 17.00 WIB, wilayah Kecamatan Batu dan Bumiaji mengalami udara kabur. Kondisi berkabut ini meluas ke seluruh wilayah termasuk Junrejo pada malam hari pukul 19.00 WIB hingga tengah malam,” tulis data BMKG.
Memasuki dini hari Minggu, 18 Januari 2026, cuaca di seluruh wilayah Malang Raya diprediksi akan kembali stabil dan tenang. Meski demikian, sisa-sisa kabut tebal kemungkinan besar masih akan menyelimuti wilayah pegunungan dan lereng bukit hingga menjelang subuh. [dan/beq]






