Jakarta (beritajatim.com) – Presiden Prabowo Subianto menyatakan enggan mencalonkan diri pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 jika tidak berhasil mencatatkan prestasi gemilang selama masa jabatannya saat ini. Meskipun menerima berbagai dukungan, Prabowo menegaskan akan mengutamakan penilaian publik terhadap kinerjanya.
“Saya malu sama rakyat Indonesia, untuk apa, kalau tidak mampu,” ujar Prabowo saat menghadiri penutupan Kongres Partai Demokrat di Jakarta, semalam.
Prabowo menekankan bahwa ia tidak ingin memenuhi permintaan berbagai pihak untuk maju di Pilpres 2029 jika pemerintahannya saat ini tidak menorehkan prestasi.
“Baru 100 hari kerja, sudah disuruh nyapres. Tapi saya katakan, kalau tahun keempat saya mengabdi dan saya kecewa dengan prestasi saya, saya tidak akan maju tahun 2029,” tegas Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengutip prediksi Goldman Sachs, perusahaan investasi dan keuangan global, yang memproyeksikan Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2050.
“Ada suatu prediksi ekonomi dan statistik. Saudara-saudara, mereka mengatakan nomor satu akan Tiongkok menyalip Amerika. Nomor dua adalah Amerika. Nomor tiga India dan Indonesia nomor empat. [Tahun] 2050,” katanya.
Prabowo menambahkan bahwa Indonesia diproyeksikan akan melampaui negara-negara besar lainnya, seperti Jerman, Inggris, dan Jepang.
“Kan keren Indonesia di atas Jerman. Di atas Jepang, di atas Inggris, di atas Prancis. Kok Indonesia gelap?” ujar Prabowo. [hen/beq]






