Jakarta (beritajatim.com) – Presiden terpilih Prabowo Subianto diminta tidak menempatkan orang dari kader partai atau orang dari luar Kementerian Luar Negeri untuk posisi Menteri Luar Negeri.
“Jangan pilih orang dari kader partai atau orang dari luar Kementerian Luar Negeri untuk posisi menteri luar negeri, karena mereka tidak mengerti apa-apa soal diplomatik,” ujar diplomat senior Ple Priatna dalam Diskusi Gelora Talk.
Dia pun mengusulkan agar Prabowo memilih mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa atau mantan Duta Besar untuk PBB Dino Patti Djalal sebagai menteri Menlu-nya menggantikan Retno Marsudi. Keduanya merupakan diplomat senior berpengalaman dari Kementerian Luar Negeri, yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya dalam diplomasi ditingkat global yang selama ini sudah teruji. “Pak Prabowo harus memilih menteri luar negeri yang ideal, tidak asal-asalan, karena dia akan capek sendiri nantinya,” kata Ple Priatna.
Diplomat senior lainnya, Prof. Imron Cotan berharap Prabowo juga menempatkan diplomat-diplomat berpengalaman untuk ikut serta dalam menyelesaikan berbagai konflik global.
“Jangan lagi menempatkan diplomat yang tidak mempunyai latar belakang dan pengetahuan yang cukup seperti selama ini, dalam konteks untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia. Sehingga kita punya kekuatan untuk lobi-lobi dan diplomasi ditingkat global,” kata Duta Besar RI untuk Australia dan Tiongkok, 2003-2013 ini.
Sementara, pengamat politik luar negeri Tengku Zulkifli Usman meminta Prabowo meningkatkan peran politik luar negeri Indonesia di tataran global.
“Indonesia jangan jadi pemain pinggiran atau hanya retorika lagi. Kita sekarang punya presiden seorang jenderal, lebih cerdas, maka setiap pesan atau message yang disampaikan Pak Prabowo harus bisa dipahami dunia,” kata Wakil Ketua Bidang Narasi DPN Partai Gelora Indonesia ini. [kun]






