Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan mengusulkan peningkatan peran pondok pesantren dalam memperkuat misi Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, 2025-2045.
Juru bicara Fraksi PPP DPRD Jember Fahrurrozi Thohir mengatakan, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya manusia unggul untuk mewujudkan transformasi sosial menuju SDM yang kompeten, inovatif, dan handal berbasis kearifan lokal, sebagaimana misi RPJPD.
“Ini dikarenakan pondok pesantren memiliki nilai-nilai luhur dan kearifan lokal yang kuat, yang dapat menjadi landasan moral dan karakter bagi para santri,” kata Fahrurrozi.
Menurut Fahrurrozi, pondok pesantren memiliki tradisi pendidikan yang panjang dan terbukti mampu menghasilkan alumni yang kompeten dan berakhlak mulia. “Apalagi Kabupaten Jember sudah memiliki Perda Fasilitasi Pondok Pesantren yang menjadi dasar hukum yang kuat untuk mendukung pengembangan SDM unggul di pondok pesantren,” katanya.
Fraksi PPP juga mendorong pengembangan ekonomi syariah di seluruh sektor, termasuk perbankan, keuangan, pasar modal, dan wisata halal. “Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Islam dan potensi besar Indonesia sebagai negara mayoritas muslim,” kata Fahrurrozi.
Fraksi PPP mengusulkan dukungan penuh bagi pengembangan usaha mikro kecil menengah di lingkungan pesantren, melalui pelatihan, pendampingan, akses permodalan, dan pemasaran. “Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan santri dan alumni pesantren, serta menjadikan pesantren sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif,” kata Fahrurrozi.
Penanaman nilai-nilai agama dalam setiap aspek penyelenggaraan pemerintahan, juga menjadi usulan PPP. “Mulai dari rekrutmen, pembinaan, hingga pelaksanaan tugas. Hal ini diharapkan dapat menghasilkan aparatur sipil negara yang berintegritas, bermoral, dan berakhlak mulia, sehingga mampu memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat Jember,” kata Fahurrozi.
Penguatan peran keluarga menjadi kunci untuk misi mewujudkan kehidupan masyarakat yang tertib dan tenteram. “Keluarga merupakan benteng utama dalam membangun karakter bangsa dan mewujudkan masyarakat yang harmonis,” kata Fahrurrozi.
“Oleh karena itu, perlu dilakukan penguatan peran keluarga melalui berbagai program, seperti: pendidikan pranikah dan pola asuh anak, pembinaan ketahanan keluarga dan peningkatan kesejahteraan keluarga. Dengan demikian dapat menekan angka perceraian dan stunting di Kabupaten Jember,” kata Fahrurrozi.
Bupati Hendy Siswanto mengatakan, usulan Fraksi PPP telah sejalan dengan Pemerintah Kabupaten Jember. “Besar harapan kami, tindak lanjut secara lebih spesifik mengenai peningkatan peran pondok pesantren dalam pengembangan SDM, pengembangan ekonomi syariah, pengembangan UMKM di lingkungan pesantren,” katanya, dalam sidang paripurna pembahasan RPJPD 2025-2045, di DPRD Jember, Senin (24/6/2024).
Selain itu, lanjut Hendy, penanaman nilai-nilai agama dalam aspek penyelenggaraan pemerintahan, memperkuat peran keluarga, penyediaan lapangan kerja, pembangunan dari desa ke kota, penggunaan energi terbarukan, serta pembangunan ekonomi, sosial dan perlindungan lingkungan dapat diakomodasi melalui visi, misi, dan program unggulan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode berikutnya yang mengacu kepada RPJPD 2025-2045. [wir]






