Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surabaya, Muhaimin, mendorong Pemerintah Kota Surabaya lebih serius memperhatikan kesejahteraan santri, guru ngaji tradisional, hingga majelis taklim di Kota Surabaya. Menurut dia, kelompok tersebut memiliki kontribusi besar dalam pendidikan moral dan kehidupan sosial masyarakat.
“Kami terus melontarkan kepada Pemerintah Kota Surabaya terkait tugas pemerintah kota untuk merespons yang masih belum dilaksanakan atau sudah dilaksanakan tetapi belum maksimal,” kata Abah Muhaimin, Kamis (7/6/2026).
Muhaimin menyebut masih banyak pondok pesantren di Surabaya yang pembiayaannya ditanggung langsung oleh pengasuh. Kebutuhan dasar santri seperti listrik, air, hingga konsumsi sehari-hari masih dipenuhi secara mandiri oleh pesantren.
“Banyak pengasuh pondok yang masih menanggung kebutuhan para santri, mulai bayar listrik, air, sampai kebutuhan hidup sehari-hari,” ujar mantan Lurah Sidosermo ini.
Anggota Komisi A ini menilai keberadaan pondok pesantren memiliki peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan agama dan pendidikan umum. Oleh karena itu, dia menilai pemkot perlu hadir membantu keberlangsungan pendidikan santri.
“Pondok pesantren ini juga bagian dari mencerdaskan anak bangsa. Pemerintah tugasnya membantu para santri yang ada di Kota Surabaya,” ucap dia.
Selain santri, Muhaimin juga meminta perhatian terhadap guru ngaji tradisional yang selama ini mengajar secara sukarela tanpa pamrih. Menurut dia, banyak guru ngaji yang belum tersentuh bantuan karena terkendala administrasi.
“Guru ngaji tradisional ini mengajar dengan ikhlas tanpa bantuan siapa pun. Kadang diberi kesempatan mengurus izin pun enggak mau karena administrasinya terlalu ribet,” katanya.
Dia berharap pemerintah kota dapat mencari solusi agar para guru ngaji tradisional tetap mendapatkan perhatian dan insentif. Menurut dia, langkah tersebut penting sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka kepada masyarakat.
“Pemerintah berkewajiban merespons guru ngaji yang ikhlas ini. Kalau mereka mendapat insentif tentu akan sangat membantu,” ujar dia.
Muhaimin juga menilai kegiatan majelis taklim memiliki kontribusi besar dalam menjaga suasana kondusif di Surabaya. Aktivitas rutin seperti pembacaan selawat, yasin, hingga doa bersama disebut berjalan secara swadaya dan konsisten.
“Majelis taklim ini istiqamah, tanpa pamrih terus berdoa untuk keluarga, lingkungan, sampai Kota Surabaya agar aman dan dijauhkan dari musibah,” ucap dia.
Menurut dia, kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat tersebut menjadi potensi besar yang perlu mendapat perhatian pemerintah. PPP Surabaya, kata Muhaimin, akan terus menyampaikan aspirasi tersebut demi mendukung kehidupan sosial dan keagamaan di Kota Surabaya.
“Kami dari PPP akan terus menyuarakan agar hal-hal seperti ini diperhatikan demi kebaikan Kota Surabaya,” pungkasnya. [asg/kun]






