Jember (beritajatim.com) – Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Jember, Jawa Timur, berharap tak ada lagi prahara internal secara nasional. Sejak jelang Pemilu 2014 hingga saat ini, PPP beberapa kali dihantam masalah internal.
“Mudah-mudahan gonjang-ganjing tak terjadi lagi menjelang Pemilu 2024. Usia PPP sudah 50 tahun. Itu menunjukkan kematangan PPP dalam berpolitik, dan terbukti bertahan sampai usia 50 tahun. Mudah-mudahan ke depan masih tetap akan eksis di Indonesia,” Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jember Madini Farouq, ditulis Senin (15/5/2023).
Prahara internal seolah jadi bagian dari drama politik PPP. Jelang Pemilu 2014, Ketua Umum Suryadharma Ali ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi karena dugaan korupsi dana haji di Kementerian Agama. Tahun itu pula, PPP terbelah menjadi dua kubu antara Muhammad Romahurmuziy sebagai ketua umum dan Aunur Rofiq sebagai Sekretaris Jenderal dengan ketua umum Djan Faridz dan sekretaris jenderal Achmad Dimyati Natakusumah.
Kubu Muhammad Romahurmuziy berhasil memenangi pertarungan setelah kasasi Djan Faridz juga ditolak Mahkamah Agung (MA) pada 2017. Namun badai belum berujung. Jelang sebulan jelang pemilu legislatif digelar, giliran Romahurmuziy yang ditangkap KPK pada 15 Maret 2019, karena dugaan kasus jual beli jabatan.
Prahara internal terakhir menimpa Suharso Monoarfa, ketua umum periode 2020-2025. Ia diberhentikan dari jabatannya setelah terpeleset lidah soal amplop kiai yang memicu kontroversi. Posisinya digantikan Muhammad Mardiono.
Yang menarik, di tengah prahara internal, PPP Jember justru menambah jumlah kursi menjadi lima wakil pada 2019 setelah sebelumnya mendapatkan tiga kursi dalam Pemilu 2014. “Mudah-mudahan dalam Pemilu 2024 kami mendapatkan 10 kursi,” kata Madini.
PPP Jember akan bergerak dengan melibatkan semua potensi, termasuk organisasi sayap yang dimiliki dan jaringan-jaringan kultural. “Kami akan berupaya menjaga pemilih tradisional sekaligus menggaet pemilih milenial,” kata Madini.
Menurut Madini, banyak anak muda yang bergabung dengan PPP. “Di samping lima orang anggota Fraksi PPP kembali mencalonkan diri. Dengan komposisi ini, insyaallah kami harap membuat target itu tercapai,” katanya.
Madini memilih lebih berkonsentrasi memenangi pemilu legislatif daripada pemilihan presiden. “Kalau pemilihan presiden, kami memilih menunggu petunjuk lebih lanjut dari Dewan Pimpinan Pusat PPP. Sampai hari ini belum ada petunjuk lebih lanjut. Yang jelas kami berfokus pada pemilu legislatif,” katanya. [wir]






