Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes bersama Pemerintah Kota Surabaya membagikan sembako ke sejumlah pedagang yang terdampak PPKM Darurat. Operasi yustisi penegakan aturan pembatasan kegiatan masyarakat ini juga diharapkan bisa menyasar para pengusaha atau pedagang kaki lima yang terdampak.
Sehingga, masyarakat akan terbantukan dengan adanya bantuan sembako dari Pemerintah Pusat melalui Polrestabes dan Pemerintah Kota Surabaya ini.
AKBP Hartoyo, Wakapolrestabes Surabaya menjelaskan, pembagian sembako tidak hanya menyasar saat operasi gabungan siang dan malam. “Sebab kita harapkan pembagian sembako bisa merata seperti harapan pemerintah karena hampir semua kalangan terdampak ekonomi. Kita ketahui bersama Covid ini korbannya semua masyarakat, jadi kita harapkan bisa membagi seadil mungkin,” tandasnya, Minggu (18/7/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”PPKM”]
Lebih lanjut Hartoyo memaparkan, pembagian sembako ini pada awal pembagian berjumlah 2.000 paket. Nantinya, akan disiapkan sesuai anggaran yang ada.
Sebab, pembagian bantuan tidak hanya diserahkan oleh satu instansi saja. Nantinya pembagian bantuan bisa melalui pemda atau instansi pemerintahan lainnya. “Bantuan akan turun secara bertahap dan akan diserahkan oleh instansi pemerintah lain juga. Dari semalam kita sudah bagikan 2.000 paket sembako,” paparnya.
Sementara itu, sebelum pelaksanaan pembagian sembako, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menggelar rapat bersama Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Johnny Eddizon Isir bersama petugas Tiga Pilar.
Pertemuan ini merupakan pembahasan tentang pemberian bantuan sembako ke masyarakat. Petugas Tiga Pilar seperti TNI, Polri dan Pemkot Surabaya bersama akan bagikan sembako ini. [kun]






