Gresik (beritajatim.com) – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) bakal membuka sebanyak 7.552 pagu di 34 SMP negeri. Berdasarkan pengalaman tahun lalu masih ada pagu kosong yang tidak terisi. Terkait dengan itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Gresik mewacanakan membuka jalur mandiri.
Tahun lalu pelaksanaan PPDB diikuti 9.602 siswa. Dari jumlah itu yang diterima di SMP negeri hanya 7.552 siswa. Sementara sisanya 2.050 tidak diterima. Namun kenyataan di lapangan dari pagu yang disediakan itu masih ada 453 pagi di 9 SMP negeri yang tidak terisi.
“Sangat disayangkan apabila pagu tersebut tidak terisi. Padahal, masih banyak siswa yang masuk sekolah negeri tapi terkendala jarak zonasi maupun tidak memiliki prestasi,” ujar Ketua Pelaksana PPDB Dispendik Gresik Herawan Eka Kusuma, Rabu (17/05/2023).
Terkait dengan itu, pihaknya setelah proses PPDB dari semua jalur selesai, sisa pagu yang masih kosong ini bisa dimanfaatkan untuk siswa.
“Contoh misalnya di SMP Balongpanggang masih ada pagu kosong, siswa yang dari Cerme atau Benjeng yang terkendala jarak, ini tetep bisa mendaftar disana dengan catatan semua jalur sudah selesai ditempuh,” ungkap Herawan.
Kendati demikian kata Herawab, pihaknya masih mematangkan wacana ini. Pasalnya, perlu ada regulasi yang mengatur PPDB ini. Selain itu, juga perlu singkronisasi dengan penyedia jaringan pelaksanaan PPDB mendatang.
https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/ppdb-2023-di-jatim-ada-golden-ticket-ketua-osis-dan-lainnya/
Ia menambahkan, pelaksanaan PPDB itu bisa menampilkan sisa pagu di masing-masing sekolah. Sehingga, siswa atau wali murid bisa memantau sekolah mana yang masig tersisa pagunya.
“Tahun lalu banyak yang tidak diterima sekolah negeri karena terkendala jarak atau tidak cukup prestasinya,” imbuhnya.
Selain jalur mandiri, Dispendik Gresik juga sudah menyiapkan jalur yang tidak masuk zonasi ke dalam jalur afirmasi. Di dalam jalur afirmasi itu, para siswa yang rumahnya jauh dari sekolah, bisa mendaftar melalui afirmasi. Namun, terdapat persyaratan. Salah satunya berasal dari keluarga kurang mampu dan jarak sekolah jauh.
“Kami masih mematangkan juknis PPDB. Sekaligus berkordinask dengan penyedia jaringan,” pungkas Herawan. [dny/but]






