Malang (beritajatim.com) – Pondok Pesantren (PP) Nurul Jadid Paiton, Probolinggo masuk pada waktu libur ramadhan 1445. Kepala Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton, Probolinggo, KH. Abdul Hamid Wahid melepas keberangkatan pulang santri liburan ramadhan 1445 pada kamis (28/03/24) di lapangan Ayaman Nurul Jadid.
Kepala PP Nurul Jadid mengajak santri menjaga akhlak dan karakter kesantrian. Dijelaskannya, pulang hanya bersifat karena nanti santri akan ke kembali ke pondok untuk belajar kembali.

“Saya ingin singkat saja, pesantren titip selama di perjalanan dan pulang nanti santri sama-sama menjaga akhlak dan karakter kesantrian,” ungkap Kiai Hamid saat memberikan sambutan pelepasan pulang bersama 2024.
Kiai Hamid menghimbau jika hari ini bergembira maka diharapkan saat kembali ke pondok juga mempunyai kegembiraan serupa. Mondok bersifat sementara karena yang sesungguhnya itu, ketika kembali ke masyarakat.
Di pondok gembira, diharap santri bisa bergembira juga di masyarakat. Pulang ke masyarakat dan hidup di dunia sekarang bersifat sementara, karena pulang yang sesungguhnya adalah pulang dalam perjalanan jangka panjang untuk ke akhirat kelak.
“Semoga pulang kali ini dapat diresapi dan kita bisa mendapat kebaikannya,” kata Kiai Hamid. Ia juga memberi apresiasi kepada pihak yang berpartisipasi pada pemulangan bersama santri PP Nurul Jadid.
“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi, panitia, pengurus, kepolisian yang membantu bersama dalam menata ketertiban dan keamanan, juga kepada pemerintah daerah yang telah memberikan kontribusi dan fasilitas armada bus, seperti Pemkab Jember, dan yang lain untuk dipakai pulang santri,” ucapnya menutup. [dan/aje]






