Pasuruan (beritajatim.com) – Transformasi layanan kesehatan di Kabupaten Pasuruan terus bergerak maju. Salah satunya melalui peningkatan fungsi posyandu yang kini diarahkan menjadi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP).
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg Merita Rusdi Sutedjo, menyampaikan harapan agar seluruh posyandu bisa segera beralih menjadi ILP. Menurutnya, perubahan ini akan membawa dampak besar bagi masyarakat.
“Posyandu ILP ini komplit, mulai dari kesehatan ibu dan anak sampai remaja hingga lansia,” ujar Mela Rusdi saat menghadiri kegiatan Sambang Posyandu ILP. Ia menambahkan, layanan ini juga meliputi pengendalian penyakit, KB, hingga edukasi hidup sehat.
Mela menjelaskan, posyandu kini tidak hanya sekadar tempat penimbangan balita dan imunisasi. Namun lebih luas lagi, menjadi pusat kesehatan terpadu untuk semua kelompok umur.
“Kalau sudah semuanya jadi ILP, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara holistik,” jelasnya. Hal ini juga diyakini dapat memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat desa.
Dalam kunjungan ke Posyandu Kramat, ia mengapresiasi para kader kesehatan yang dianggap sangat kompeten. Bahkan, menu pemberian makanan tambahan dinilai berkualitas tanpa adanya produk instan.
“Saya lihat kadernya semangat sekali, dan makanan tambahan yang diberikan juga sehat. Tidak ada yang instan, semuanya dipersiapkan dengan baik,” ungkap Mela.
Ia juga menegaskan bahwa tidak boleh ada warga yang kecewa karena tidak terlayani. Semua lapisan masyarakat harus bisa merasakan manfaat keberadaan Posyandu ILP. “Kita pastikan semuanya terlayani dengan baik dan komprehensif,” imbuhnya. Harapan ini menjadi target utama PKK dan pemerintah daerah.
Sejauh ini, Kabupaten Pasuruan sudah memiliki 1.397 posyandu yang berhasil bertransformasi. Jumlah itu setara 72,23 persen dari total 1.934 posyandu yang ada. “Bismillah, mudah-mudahan akhir tahun sudah semuanya menjadi Posyandu ILP,” pungkas Mela Rusdi. Dengan begitu, target 100 persen bisa tercapai demi layanan kesehatan yang lebih merata. (ada/kun)






