Jember (beritajatim.com) – Ardi Pujo Prabowo, legislator Partai Gerindra di DPRD Jember, menyarankan agar atlet yang akan bertanding dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur didampingi oleh psikolog dan ahli gizi.
“Ini harus dimunculkan, karena akan memotivasi atlet kita. Kita tuan rumah. Kalau KONI keberatan, kami akan minta Dinas Kesehatan menyiapkan itu. Jangan sampai atlet sepakbola, katakanlah, dikasih makan nasi pecel,” kata Ardi.
Ardi berharap psikolog dan ahli gizi dimasukkan dalam salah satu item yang dibiayai dana hibah untuk KONI Jember. “Bagaimana akan meraih prestasi, kalau mereka tidak diprioritaskan. Ini harus betul-betul diperhatikan KONI dan Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora),” katanya.
“Atlet jangan hanya diberi reward. Bupati gembar-gembor ada reward bagi atlet berprestasi. Rewardnya (seharusnya) sewaktu kita mencetaknya menjadi atlet. Ini yang paling sulit. Menjadikan atlet butuh anggaran. Mencetak atlet butuh alokasi anggaran. Kalau berprestasi baru dipanggil pendapa, diberi hadiah. Tapi waktu mencetak atlet di mana kepeduliannya? Ini yang akan kami perjuangkan,” kata Ardi.
Pernyataan Ardi ini didukung Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Dhafir Syah. Dia menyarankan keterlibatan kalangan akademisi. “Pentahelix. Ada universitas di sini, terkait ahli gizi. Universitas Jember punya. Universitas Muhammadiyah punya. Psikolog mereka punya. Sumbangsih mereka diminta untuk porprov. Paling tidak dilibatkan sebagai relawan kalau anggarannya minim. tanyakan darmabaktinya untuk kemajuan Jember. Yang mencuat: dengan anggaran minim Jember berprestasi, itu baru wah namanya,” katanya.
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jember mempersiapkan 508-750 orang atlet dan 200 orang ofisial untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, yang akan diselenggarakan pada 25 Juni – 3 Juli 2022. Mereka memperoleh dana hibah sebesar Rp 3 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022.
Ardi mengatakan, parlemen sebenarnya mengalokasikan dana hibah Rp 10 miliar untuk KONI Jember dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2022. “Tapi kebijakan tim anggaran hanya Rp 3 miliar, lebih besar anggaran renovasi padang golf Glantangan (Rp 5 miliar),” katanya.
Semula dana hibah untuk KONI hanya Rp 2 miliar. Komisi D memperjuangkan agar ada tambahan menjadi Rp 3 miliar. “Ini menyangkut wajah Jember. Bukan hanya glamornya pembukaan Porprov. Kami akan lebih bangga lagi kalau glamornya pembukaan dibarengi dengan capaian prestasi luar biasa. Ini yang kita butuhkan,” kata Ardi.
Dari dana hibah Rp 3 miliar itu, Rp 2,2 miliar digunakan untuk pembinaan atlet dan Rp 800 juta untuk kesekretariatan KONI Jember. Ardi menyarankan agar sebagian anggaran kesekretariatan digeser untuk menambah anggaran pembinaan atlet. “Kalau prestasi atlet luar biasa, yang berbangga diri pasti KONI,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”porprov”]
Menanggapi usulan perlunya ahli gizi dan psikolog, Ketua KONI Jember Sutikno mengaku berusaha memberi yang terbaik untuk atlet. “Dari awal kami plotting (anggaran), tarik ulur, bagaimana dana ini bisa maksimal untuk persiapan atlet. Dana yang dikelola KONI memang untuk persiapan atlet,” katanya.
“Soal ahli gizi dan makanan bergizi, ini sudah dibahas di ranah panitia porprov. Kemarin saya sudah ingatkan, selain ketua panitia, juga harus ada ketua kontingen. Mau dijabat satu atau dua orang silakan. Karena persiapannya betul-betul harus matang. Masing-masing ada tugas sendiri-sendiri. Insya Allah dana yang dikucurkan ke KONI akan dimaksimalkan untuk persiapan atlet,” kata Sutikno.
Sutikno mengatakan, panitia porprov beranggotakan pejabat lintas organisasi perangkat daerah. Ia percaya masalah gizi sudah terpikirkan. “Semoga ke depannya bekerja baik, sehingga kita bisa saling mendukung,” katanya.
Sementara itu, Soetriono, Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jember mengatakan, minimnya anggaran membuat pihaknya belum bisa mengukur VO2Max atlet, yakni tingkat maksimum oksigen yang dapat digunakan tubuh atlet selama berolahraga. “Kalau VO2Max minim, apapun digenjot tidak bisa. Mentok,” katanya. [wir/but]






