Lamongan (beritajatim.com) – Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD) Paciran, Kabupaten Lamongan, merumuskan arah baru penguatan mutu pesantren dalam Rapat Kerja Pengurus yang digelar di Hotel Harris, Malang. Agenda ini fokus pada peningkatan kualitas pendidikan, infrastruktur, dan kemandirian ekonomi, guna menjadikan Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai institusi pendidikan Islam berstandar nasional.
Pembina Yayasan Ponpes Sunan Drajat, Gudfan Arif, menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi menghadapi tantangan pendidikan pesantren di era modern. Putra tertua Kiai Abdul Ghofur itu menilai PPSD memiliki potensi besar menjadi institusi Islam unggulan berskala nasional.
“Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai pesantren satu-satunya warisan wali songo, memiliki potensi besar untuk menjadi institusi pendidikan Islam yang unggul di tingkat nasional. Rapat kerja ini adalah momentum penting bagi kita untuk menyatukan visi, merumuskan langkah konkret, dan berkomitmen penuh dalam mencapai tujuan tersebut,” kata pria yang juga Bendahara Umum PBNU itu, Sabtu (12/7/2025).
Rapat kerja ini diikuti pengurus yayasan, kepala madrasah, rektor Universitas Sunan Drajat (Unsuda), hingga perwakilan tenaga pendidik. Mereka menghasilkan lima keputusan strategis, mulai pengembangan kurikulum berbasis kompetensi hingga digitalisasi sistem manajemen pesantren.
Salah satu poin krusial adalah revisi kurikulum agar lebih relevan dengan kebutuhan zaman. Kurikulum baru akan mengintegrasikan penguatan nilai keagamaan dengan keterampilan vokasional dan standar nasional. Selain itu, peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan ustadz dan tenaga kependidikan juga menjadi prioritas.
Dalam bidang sarana prasarana, yayasan menargetkan revitalisasi fasilitas seperti asrama, ruang kelas, laboratorium, hingga pusat seni dan olahraga. Di sisi lain, jaringan kemitraan akan diperluas dengan menggandeng perguruan tinggi, sektor swasta, dan lembaga pemerintah.
Direktur Perekonomian Sunan Drajat, Dr. Anas Alhifni, menegaskan pentingnya manajemen bisnis untuk menopang kemandirian pesantren. Dalam dua tahun terakhir, unit usaha pesantren berkembang pesat, termasuk pendirian 56 toserba di berbagai daerah, industri garam, dan sektor lainnya.
“Perekonomian berbasis syariah menjadi tulang punggung kemandirian pesantren. Kami ingin santri dan alumni bisa mandiri secara ekonomi dan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Ponpes Sunan Drajat, Murobby Binnur, mengajak seluruh elemen Yayasan Sunan Drajat memperkuat sinergi dalam mewujudkan visi besar pesantren. “Semoga seluruh hasil rapat segera diimplementasikan, agar membawa dampak nyata bagi santri dan masyarakat,” ucapnya. [fak/beq]






