Lumajang (beritajatim.com) – Salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang sukses memberdayakan alumni dengan mendirikan pertanian sayur hidroponik. Kini, ada sedikitnya 7 lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan berbeda dengan keuntungan mencapai puluhan juta rupiah.
Lahan hidroponik yang tersebar termasuk di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Lumajang. Saat ini, pertanian jenis selada hidroponik yang kelola oleh Arif Hermawan memasuki masa panen. Sayuran hidroponik biasanya dapat dipanen sampai 3 kali dalam sebulan yang bisa menghasilkan 5 juta untuk satu lahan panen.
Selain itu, perawatan sayuran hidroponik terbilang mudah sehingga menjadi usaha yang ideal bagi kaum milenial. Dibantu dengan sejumlah alumni Ponpes Kyai Syarifuddin, di 7 lahan berbeda, omzet yang dihasilkan mencapai 35 juta rupiah.
“Untuk perawatan cukup mudah. Tidak butuh waktu lama untuk panen, pagi kita cek, sore kita cek lagi. Dibantu dengan alumni yang kerja sampingan selain mengajar. Tantangannya musim hujan, karena rentan dengan hama kutu kebo dan mata katak” ungkap Arif Hermawan Alumni Pengelola Hidroponik Reswara Farm, Rabu (8/5/2024).
Sementara itu, KH. Abdul Wadud Nafis Ketua Yayasan Ponpes Kyai Syarifuddin Wonorejo Lumajang mengaku senang dengan keberadaan petani sekaligus santri milenial yang sukses mengembangkan pertanian, termasuk bidang hidroponik.
“Kami ingin ada alumni yang ahli di bidang pangan, termasuk sayur hidroponik ini. Kemudian, hidroponik ini cukup mudah dibandingkan dengan pertanian yang lain. Selain itu, keuntungannya minimal 30 persen dari pengeluaran” jelasnya.
Hairil Diani Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lumajang mengatakan, sistem pertanian hidroponik perlu dikembangkan dan direplika masyarakat. Karena hasil panen selalu ditunggu dan ramai permintaan konsumen.
“Perlu direplikasi produk hasil sistem hidroponik ini. Produk yang seperti ini selalu ditunggu. Kita akan bantu terkait dengan pemasaran nantinya” terangnya. [ian]






