Ponorogo (beritajatim.com) – Harapan besar disampaikan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, saat melepas keberangkatan para peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI tingkat Jawa Timur. MTQ yang rencakan di Jember itu, Ponorogo akan menerjunkan 21 perwakilan kafilahnya.
“Sukses acaranya dan pulang membawa juara. Mimpi saya anak Ponorogo mencintai Al Qur’an, itu tujuan dari MTQ sehingga akhlak dan tingkah lakunya sesuai ajaran Al Qur’an,” ungkap bupati 2 periode tersebut, Senin (8/9/2/25).
Pesan tersebut menjadi pelecut semangat bagi kafilah Ponorogo yang akan bersaing dengan peserta dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Ajang MTQ Jatim 2025 sendiri bakal digelar di Kabupaten Jember pada 11–20 September mendatang.
“Harus positif untuk menang,” kata Kang Giri.
Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Ponorogo, Ahmad Zubaidi, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara serius. Pembinaan untuk para peserta sudah dilakukan 4 bulan sebelumnya.
“Pembinaan dilakukan selama empat bulan, mulai Juli hingga sekarang,” katanya.
Zubaidi menjelaskan bahwa awalnya terdapat 31 calon peserta. Namun, setelah dilakukan pemangkasan, hanya 21 peserta yang akhirnya berhak mewakili Ponorogo. Mereka akan tampil di 5 cabang lomba, yakni tahfidz Al Qur’an, MTQ, tartil Al Qur’an, Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan Karya Tulis Ilmiah Qur’an (KTIQ).
“Kalau ditanya target, mudah-mudahan yang terbaik lah, bismillah,” ucap Zubaidi.
Dari 21 peserta yang berangkat, mayoritas masih berusia pelajar dan mahasiswa. Mereka menjadi representasi generasi muda Ponorogo yang diharapkan mampu mengharumkan nama Bumi Reog di tingkat provinsi. Meski kompetisi bakal ketat, kontingen Ponorogo optimistis dapat meraih hasil membanggakan. Dukungan penuh Pemkab Ponorogo juga menjadi modal penting, selain pembinaan berjenjang yang sudah dilalui para peserta. [end/but]






