Surabaya (beritajatim.com)–Kebakaran pada Senin (5/8/2024) siang terjadi di Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Dapur induk pondok tersebut dikabarkan terbakar.
Tak kurang empat unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) dikerahkan untuk memadamkan kobaran api di pondok tersebut. Tujuannya, agar bara api tak makin membesar dan membakar bagian lain di pondok tersebut.
Pondok Lirboyo jadi salah satu kiblat komunitas Islam Tradisional (NU) di Indonesia. Pondok Lirboyo didirikan pada 1910 oleh KH Abdul Karim dan menjadi kawah candradimuka kalangan santri NU dari seluruh Indonesia.
“Apa yang dikatakan dan diputuskan Lirboyo, itu yang kita ikuti dan taati,” kata KH Abdullah Kautsar (Gus Kautsar), kiai muda dari Pondok Alfalah Ploso Kabupaten Kediri pada satu kesempatan kepada beritajatim.com di tahun 2019.
Pengaruh dan otoritas moral keagamaan Pondok Lirboyo yang kuat dan dipatuhi kalangan komunitas NU di Jatim dan nasional bisa dilihat dari kiprah pimpinan Pondok Lirboyo sekarang, KH Anwar Manshur. Dia cucu KH Abdul Karim dan saat ini dipercaya sebagai Rais Syuriah NU Jatim untuk masa jabatan kedua.
Pada Konferwil NU Jatim di Pondok Tebuireng Jombang, Sabtu (3/8/2024) Kiai Anwar Manshur terpilih sebagai Rais Syuriah NU Jatim kali kedua. Sebelumnya, 5 tahun lalu, Kiai Anwar juga terpilih saat Konferwil di Pondok Lirboyo Kota Kediri.
Kekuatan pengaruh sosial keagamaan Pondok Lirboyo di kalangan komunitas NU bisa ditelusuri dari jejak alumni pimpinan NU, baik dalam perspektif struktural dan kultural. Mayoritas pucuk pimpinan dan atau tokoh NU pernah nyantri di pondok ini. Wapres RI, KH Ma’ruf Amin, KH Mustofa Bisri Rembang, KH Yahya Cholil Staquf, dan banyak kiai NU lainnya rata-rata pernah nyantri di Lirboyo. Mantan Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj, juga alumni Pondok Lirboyo sebelum melanjutkan pendidikannya di tingkat S-2 dan S-3 di Arab Saudi.
Jejaring alumni Lirboyo menduduki banyak struktural kepengurusan NU, baik di tingkat pengurus besar, pengurus wilayah, pengurus cabang, dan pengurus anak cabang. Terpilihnya kembali Kiai Anwar Manshur sebagai Rais Syuraih NU Jatim meneguhkan pandangan ini.
Sekarang ini, NU Jatim dipimpin duet kiai dari dua pondok besar dan punya rekam jejak historis kuat di kalangan komunitas Islam Tradisional. Keduanya adalah Kiai Anwar Manshur dari Pondok Lirboyo sebagai Rais Syuriah dan KH Abdul Hakim Machfud (Gus Kikin) sebagai Ketua Tanfidziyah NU Jatim dari Pondok Tebuireng Jombang.
Pondok Tebuireng juga relasi historis, kultural, sosial, dan moral panjang dengan KH Hasyim Asy’ari: Pendiri NU dan Pondok Tebuireng. Kiai Hasyim adalah gurunya para kiai NU secara nasional. Baik Kiai Hasyim maupun Kiai Abdul Karim pernah sama-sama nyantri ke Syaichona Kholil Bangkalan.
Sejak berdiri, Pondok Lirboyo yang berada di Kelurahan Lirboyo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri ini berafiliasi kuat kepada NU dan tetap sebagai pesantren salaf: Pondok yang menekankan pada kemampuan membaca dan mengkaji kitab-kitab salaf (kitab kuning) sebagai sarana pembelajaran sehari-hari kepada santrinya.
Pondok Lirboyo jadi salah satu kiblat dan poros penting kaum Nahdliyyin di Indonesia. Realitas ini tak sekadar terkait dengan masalah-masalah sosial dan moral keagamaan. Taushiyah pimpinan Pondok Lirboyo di lapangan politik kenegaraan dan kebangsaan juga jadi referensi yang dipatuhi secara konsisten kalangan komunitas Islam Tradisional.
Karena itu, bukan hal mengejutkan di era kontestasi politik, misalnya Pilpres, Pilgub Jatim, dan lainnya, tak jarang banyak tokoh politik yang bersilaturahmi dan memohon doa kepada pimpinan Pondok Lirboyo.
Secara faktual, ada juga cukup banyak ponpes di Jatim punya pengaruh kuat di luar Pondok Lirboyo, seperti Pondok Langitan di Kabupaten Tuban, Pondok Tebuireng, Pondok Tambakberas, Pondok Darul Ulum, dan Pondok Denanyar di Kabupaten Jombang; Pondok Sidogiri di Kabupaten Pasuruan; Pondok Genggong di Kabupaten Probolinggo; Pondok Salafiyah Syafi’iyah Asembagus di Kabupaten Situbondo; Pondok Blokagung di Kabupaten Banyuwangi; Pondok Annur di Kabupaten Malang, dan lainnya.
“Masing-masing pondok itu punya wilayah pengaruh masing-masing. Namun demikian, saat ini yang jadi rujukan itu Pondok Lirboyo. Alumninya tersebar di mana-mana. Siapa pimpinan NU sekarang yang bukan alumni Lirboyo. Mayoritas alumni Lirboyo,” kata KH Fahrurrozi, salah satu Ketua PBNU. [air]






