Surabaya (beritajatim.com) – Polsek Tandes Surabaya menangkap 4 pelaku penganiayaan karyawan Alexis Club dan KTV di Jalan Manukan Dalam, Minggu (21/05/2023) kemarin. Selain melakukan penganiayaan, keempat orang itu juga sempat melakukan pengrusakan dalam kondisi mabuk.
Kapolsek Tandes, Kompol Zulkifli Ahyat Musa menjelaskan jika keempat tersangka yang diamankan adalah Mohammad Agung Laksono alias Ambon (21), warga Babat Jerawat Pakal, Bambang Prayitno (25) warga Sambisari Sambikerep, Rudi Sugiharto alias Sugik (28) asal Kedung Kumpul, Sarirejo, Lamongan dan Esmail (21) warga Jl Babat Jerawat.
“Dari penyidikan ada 6 orang yang melakukan pengrusakan dan penganiayaan. Saat ini kami masih mengejar 2 DPO,” ujar Ahyat saat dikonfirmasi, Jumat (02/05/2023).
Zulkifli menerangkan jika insiden penganiayaan dan pengrusakan di Alexis Club dan KTV itu bermula dari insiden saling senggol antara kelompok pelaku dengan kelompok pengunjung lain. Namun, permasalahan tersebut diselesaikan oleh pihak keamanan klub dan selesai.
Saat kubu tersangka kembali pulang, ditengah perjalanan salah satu rekannya menjadi sasaran pemukulan oleh orang tak dikenal hingga babak belur dan dirawat di RSUD Muji Rahayu Surabaya. Dengan kondisi mabuk, kelompok tersangka mengira jika yang melakukan pemukulan adalah pengunjung yang sempat bersenggolan di Alexis Club dan KTV.
“Kelompok tersangka lantas kembali ke klub dan melakukan pengrusakan serta menganiaya salah satu karyawan yang ada di sana,” imbuh Zulkifli.
Baca Juga: Polsek Tandes Tangkap Tiga Pelaku Curanmor Surabaya
Sementara itu, salah satu tersangka Rudi berkilah dirinya tidak melakukan pengrusakan. Namun, ia mengakui jika menganiaya salah satu karyawan.
“Alasannya, kan ada teman saya kena pukul. Maka saya cari orangnya (pelakunya). Eh salah ternyata yang saya pukul karyawan,” ungkapnya.
Kemudian, tersangka Ambon mengaku, dirinya hanya ikut-ikutan melakukan pengrusakan di dalam tempat hiburan tersebut karena diajak oleh teman-temannya, ditambah dirinya juga dalam keadaan mabuk.
“Iya (dalam keadaan mabuk). Saat ketemu teman saya memang dari sana. Iya mau aja karena begitu (kondisi mabuk),” pungkasnya. (ang/ted)






