Blitar (beritajatim.com) – Polsek Sananwetan Kota Blitar tengah memburu pelaku pembuangan bayi di depan kamar mandi gazebo Kos Mawar Kelurahan Sananwetan Kecamatan Sananwetan. Polsek Sananwetan kini tengah mencari data ibu hamil di sejumlah puskemas dan bidan yang ada di kecamatan Sananwetan.
Dalam pendataan ini Bhabinkamtibmas akan meminta data dari sejumlah bidan yang ada mengenai keberadaan ibu hamil dengan usia kehamilan 1 hingga 9 bulan. Terlebih terhadap data ibu hamil yang dijadwalkan melahirkan pada bulan Januari 2023 ini.
Hal ini dilakukan sebagai langkah penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi laki-laki yang memiliki bobot 2,2 kg tersebut.
“Ini kami sudah mengerahkan anggota dan Bhabinkamtibmas untuk mencari data ibu hamil yang usia kandungannya 1 hingga 9 bulan terutama yang akan melahirkan di bulan Januari ini,” kata Kompol Wahyu, Kapolsek Sananwetan Kota Blitar, Jumat (03/02/23).
Anggota Polsek Sananwetan saat ini juga masih melakukan penyelidikan terkait rekaman CCTV. Pihak kepolisian masih mencari sejumlah rekaman CCTV di sekitar lokasi pembuangan bayi untuk mengungkap siapa orang yang tega membuang bayi yang baru saja dilahirkannya.
Menurut Kapolsek Sananwetan jika rekaman CCTV di sekitar lokasi didapatkan maka akan mempermudah proses penyelidikan dan pengungkapan pelaku pembuangan bayi di depan kamar mandi gazebo kos Mawar jalan A. Yani gang 3 Kelurahan Sananwetan Kecamatan Sananwetan Kota Blitar.
“Petugas juga masih di lokasi untuk mencari-cari rekaman CCTV untuk mengungkap siapa pelaku pembuangan bayi,” imbuhnya.

Sejauh ini polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi. Pemilik kos dan penemu bayi juga telah dimintai keterangan oleh pihak Kepolisian.
Namun hingga kini polisi belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan ibu hamil yang akan melahirkan pada bulan Januari 2023 ini.
“Sejauh ini belum ada informasi dari saksi yang mengatakan sekitar situ ada ibu hamil dan mau melahirkan tapi masih kita kembangkan,” jelasnya.
Sebelumnya bayi laki-laki yang masih lengkap dengan tali pusar di tubuhnya dibuang di depan kamar mandi gazebo milik Pujiono. Bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh cucu Pujiono saat dirinya hendak mandi sebelum berangkat sekolah.
Pada waktu itu cucu Pujiono mengira tangisan suara bayi adalah suara kucing. Namun setelah didengarkan lebih mendalam ternyata suara itu merupakan tangisan bayi yang diletakkan oleh orang tidak dikenal di depan kamar mandinya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Kondisi bayi laki-laki tersebut masih lengkap dengan ari-arinya dan berlumuran darah. Diduga bayi tersebut baru saja dilahirkan 2 atau 3 jam sebelum dibuang oleh orang tuanya.
“Kemungkinan dua atau tiga jam setelah melahirkan baru dibuang di sini,” kata Pujiono.
Bayi laki-laki tersebut kedinginan dan mulai membiru sebelum akhirnya oleh warga dan Polsek Sananwetan dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan perawatan intensif. Kini bayi laki-laki tersebut masih dirawat oleh tim medis di Puskesmas Sananwetan Kota Blitar.
Kondisi bayi laki-laki tersebut kini sudah mulai membaik. Meski demikian tim medis masih melakukan observasi lebih lanjut mengenai kondisi sang bayi. [owi/but]






