Sidoarjo (beritajatim.com) – Polsek Balongbendo terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan yang diinisiasi Polresta Sidoarjo.
Salah satu langkah konkret dilakukan dengan meninjau langsung pengelolaan lahan jagung hibrida di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Rabu (15/4/2026).
Kapolsek Balongbendo, Sugeng Sulistiyono, bersama anggota melakukan pengecekan terhadap lahan jagung jenis perkasa hibrida yang menjadi bagian dari program swasembada pangan.
Lahan seluas 3.000 meter persegi milik Pondok Pesantren Mambaul Ulum yang dikelola petani setempat, Tohirin, dimanfaatkan sebagai lokasi pengembangan tanaman jagung yang telah ditanam sejak Januari 2026. Panen direncanakan berlangsung pada 30 April 2026.
Sugeng menjelaskan, keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif kini diolah menjadi lahan pertanian jagung yang dikelola secara intensif. Ini bukti sinergi antara Polri dan masyarakat mampu mendorong ketahanan pangan,” ujarnya.
Selain melakukan pemantauan, pihak kepolisian juga memberikan motivasi kepada petani agar pengelolaan lahan berjalan optimal hingga masa panen.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Polri dalam menggerakkan masyarakat menuju kemandirian pangan berbasis lokal. Kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan secara maksimal.
Secara umum, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polsek Balongbendo dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif.
Dengan langkah berkelanjutan ini, diharapkan program swasembada jagung di Sidoarjo terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. (isa/but)






