Surabaya (beritajatim.com) – Polrestabes Surabaya mengerahkan 800 personel di jalan Tambaksari depan Gelora 10 November, Minggu (18/06/2023). Hal itu dalam rangka pengamanan Hari Ulang Tahun (HUT) Persebaya ke 96,
Kasat Samapta Polrestabes Surabaya, Kompol Teguh Santoso menjelaskan, pengamanan HUT Persebaya ke 96 tidak hanya dilakukan di Tambaksari. Setidaknya ada dua titik lain yang menjadi fokus kepolisian.
“Ada di Bunderan Cito dan Bambu Runcing. Tadi juga di Bunderan Cito juga ada screening untuk Bonek dari luar kota yang hendak masuk ke Surabaya, lalu ada anggota untuk berpatroli keliling kota Surabaya meminimalisir peristiwa yang tidak diinginkan,” ujar Teguh ketika diwawancarai di Tambaksari.
Dalam skema penjagaannya, pihak kepolisian sempat mengalihkan arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan baik di Jalan Ngaglik dan Jalan Pacar Keling. Namun, karena banyaknya Bonek Mania yang menghadiri HUT Persebaya ke 96, membuat arus lalu lintas sempat tersendat. “Tidak ada penutupan jalan. Tadi kami lakukan pengalihan saja,” imbuh Teguh.
Teguh lantas mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Bonek Mania lantaran acara HUT Persebaya ke 96 berjalan kondusif dan aman. “Terima Kasih untuk Bonek karena sudah tertib dan acara berjalan lancar serta kondusif,” pungkas Teguh.
BACA JUGA:
Rayakan HUT Persebaya ke 96, Ribuan Bonek Mania Padati Jalan Tambaksari
Pantauan beritajatim.com, gesekan antar oknum Bonek sempat terjadi 3 kali. Salah satu oknum Bonek yang terlibat perkelahian sempat menderita luka berdarah tepat di dahi tengah dengan luka garis vertikal. Beruntung, pertengkaran tersebut tidak melebar.
Sejumlah kelompok Bonek Mania melakukan pengamanan. Bahkan, oknum Bonek yang terlibat perkelahian di HUT Persebaya ke 96 dihujat. “Ndeso-Ndeso,” teriak kelompok Bonek yang tidak terlibat perkelahian. [ang/suf]






