Surabaya (beritajatim.com) – Membantu pemerintah dalam target vaksinasi, Warna warni Group bekerja sama dengan Polrestabes Surabaya, menggelar vaksinasi gratis di Apartemen Gunawangsa, Jl Tidar, Surabaya pada Senin (16/08/2021).
Pihak penyelenggara (warna warni) menyelenggarakan vaksinasi selama tiga hari. Dengan setiap hari pembagian 500 dosis.
Dirut Warna warni Junaidi Gunawan mengatakan, vaksinasi gratis kepada masyarakat Surabaya, sebagai bentuk kepeduliannya untuk membantu pemerintah dalam menangani COVID-19.
“Kami bersama Polrestabes Surabaya, hari ini menggelar vaksinasi gratis untuk masyarakat, sebagai bentuk kepedulian dan membantu Pemerintah dalam percepatan mengatasi COVID-19,” ungkap Junaidi Gunawan saat dikonfirmasi.
Junaidi Gunawan juga meminta kepada masyarakat luas, untuk saling gotong royong, membantu pemerintah dalam mengatasi COVID-19, agar Surabaya dan Indonesia pada umumnya kedepannya lebih baik.
“Mari kita jangan biarkan pemerintah bekerja sendiri dalam mengatasi Pandemi COVID-19 ini, kita harus saling bergotong royong agar lebih mudah, sehingga Pemerintah Surabaya dan Indonesia pada umumnya lebih baik,” tambahnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polrestabes-surabaya”]
Pihaknya juga akan terus melakukan vaksinasi gratis kepada masyarakat Surabaya, dengan menggandeng instansi pemerintahan.” Bila kami masih diberi kepercayaan oleh pemerintah, akan bekerja sama dengan instansi terkait dalam memberikan vaksinasi,” pungkasnya.
Sementara Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol M Faqih mengingatkan kepada masyarakat, agar mengikuti anjuran pemerintah melakukan vaksinasi untuk mendapat kekebalan tubuh.
“Kepada masyarakat Surabaya, mari kita bersama sama mengikuti program dan anjuran pemerintah untuk mengikuti vaksinasi, agar COVID-19, di Negara kita segera berakhir,” ajaknya.
Faqih juga mengingatkan, agar masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan secara ketat, untuk menghindari penularan virus COVID-19.” Meskipun kita sudah menjalankan vaksinasi, tetap harus menjalankan protokol kesehatan secara ketat, sebab vaksin yang berfungsi sebagai pelindung bukan berarti sudah terbebas dari penularan,” pungkasnya. (ang/ted)






