Malang(beritajatim.com) – Polresta Malang Kota menegaskan penyidikan kasus kematian Bagus Prasetya Lazuardi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya ditangani Polres Pasuruan. Jenazah mendiang Bagus ditemukan di semak-semak, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi Kabupaten Pasuruan pada Selasa (12/4/2022).
“Kita hanya membantu saja, membantu pemeriksaan saksi ya. Sedangkan penanganan di bawah Polres Pasuruan,” kata Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto, Kamis (14/4/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bagus-prasetya-lazuardi”]
Perwira yang akrab disapa Buher itu menuturkan bahwa saksi yang diperiksa oleh Polresta Malang Kota adalah pacar korban. Buher, panggilan akrab Kombes Pol Budi Hermanto, menuturkan bahwa Polresta Malang Kota hanya memfasilitasi saja.
Sebab, penyidikan menjadi ranah Polres Pasuruan. Itu karena lokasi penemuan jenazah atau TKP ada di wilayah Pasuruan. “Baru 1 saksi, pacar korban. Kami membantu, memfasilitasi. Penyidikan semua Polres Pasuruan kecuali ada intruksi dari Polda atau ada tim gabungan Polresta Malang Kota dan Polres Pasuruan, kita siap bantu,” ujar Buher.
Sebelumnya, Wakil Dekan III FK UB, dr. Eriko Prawestiningtyas membenarkan bahwa mendiang Bagus adalah mahasiswanya. Mendiang tercatat sebagai mahasiswa program jenjang profesi kedokteran. Dia merupakan mahasiswa angkatan 2014. Dia juga sedang menjalani pendidikan profesi dokter dan praktik di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
“Kami mengucapkan duka cita yang mendalam atas kejadian yang menimpa salah satu mahasiswa kami. Setelah mendapatkan informasi tentang korban, kami langsung berkoordinasi dengan Ketua Prodi. Kami juga ikut hadir dalam prosesi pemakaman almarhum di Blitar,” tandas Eriko. [luc/suf]






