Ponorogo (beritajatim.com) – Gerbang Mapolres Ponorogo tampak tak seperti biasanya, Senin (20/10/2025) pagi. Puluhan becak berjejer rapi di depan markas polisi itu. Rupanya, ratusan tukang becak datang bukan untuk unjuk rasa, melainkan mengikuti kegiatan bakti sosial yang digelar Polres Ponorogo bersama sejumlah mahasiswa dari berbagai organisasi.
Kegiatan sosial tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Ponorogo AKBP Andin Wisnu Sudibyo. Ia mengatakan, aksi berbagi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat kecil, terutama para pengemudi becak yang setiap hari mengayuh di jalanan Kota Reog.
“Semoga kegiatan bakti sosial ini membawa manfaat bagi para abang becak dan keluarganya,” kata AKBP Andin Wisnu.
Sebanyak 250 paket bantuan sosial (bansos) diserahkan secara langsung kepada 250 pengemudi becak kayuh. Paket-paket itu berisi kebutuhan pokok, untuk membantu meringankan beban hidup para penerima menjelang akhir tahun. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Ponorogo mempererat hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat, dengan cara yang humanis dan bermanfaat langsung.
Yang menarik, aksi sosial ini tidak hanya melibatkan jajaran kepolisian, tetapi juga mahasiswa dari beberapa organisasi kemahasiswaan di Ponorogo. Tercatat, ada perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sebanyak 11 mahasiswa hadir dan ikut menyalurkan bantuan secara simbolis. Kolaborasi antara aparat kepolisian dan kalangan mahasiswa itu menjadi bukti bahwa semangat kepedulian sosial bisa tumbuh lintas generasi dan profesi.
“Kehadiran mahasiswa membuat kegiatan ini semakin bermakna. Mereka ikut belajar langsung bagaimana menumbuhkan empati sosial di tengah masyarakat,” ujar Andin.
Selama kegiatan berlangsung, suasana di halaman Mapolres tampak penuh keakraban. Para pengemudi becak berbincang santai dengan petugas dan mahasiswa yang membantu menyalurkan paket. Beberapa dari mereka bahkan sempat berswafoto bersama.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak, Pak Polisi dan adik-adik mahasiswa,” kata Tumirin, salah satu tukang becak, sambil menenteng paket sembako yang baru diterimanya.
Aksi sosial ini menjadi cermin sinergi antara Polres Ponorogo dan unsur masyarakat, khususnya kalangan muda, dalam memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di Kabupaten Ponorogo. Program serupa rencananya akan terus dilanjutkan sebagai bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat, bukan hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aksi kemanusiaan yang menebarkan manfaat luas. [end/beq]






