Ponorogo (beritajatim.com) — Tim Satgas Pangan Polres Ponorogo kembali turun ke lapangan, untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar tradisional. Pada Minggu (9/11), tim yang dipimpin Unit Tipidsus Satreskrim Polres Ponorogo itu, melakukan pengawasan harga di Pasar Legi, Jalan Soekarno-Hatta, Kabupaten Ponorogo.
Hasil pengecekan menunjukkan, harga beras di lapangan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET). Berdasarkan pantauan petugas, harga beras SPHP dijual di kisaran Rp11.600 per kilogram, beras medium Rp12.000 per kilogram, dan beras premium Rp13.800 per kilogram.
Kasat Reskrim Polres Ponorogo AKP Imam Mujali menjelaskan, dari hasil pemantauan tim, stok beras di wilayah Ponorogo masih aman dan melimpah.
“Secara umum, ketersediaan beras di pasar-pasar tradisional cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Harga pun stabil, masih sesuai HET yang ditetapkan pemerintah,” kata AKP Imam Mujali.
Menurut AKP Imam Mujali, keberadaan beras curah saat ini memang mulai berkurang karena kurang diminati oleh masyarakat. Namun, tidak berdampak terhadap stok utama di pasar. Dia memastikan beras medium dan premium masih mudah ditemukan di lapak pedagang.
Dalam kegiatan pengawasan itu, Satgas Pangan juga memberikan imbauan langsung kepada para pedagang agar tetap menjual beras sesuai dengan harga eceran tertinggi. Langkah ini untuk mencegah potensi spekulasi atau permainan harga di tingkat pengecer.
“Selain pengawasan, kami juga lakukan edukasi. Para pedagang diimbau menjaga stabilitas harga agar tidak merugikan masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, Polres Ponorogo akan terus melakukan pemantauan harga beras secara berkala di sejumlah pasar dan toko swalayan. Satgas Pangan juga berencana memperluas pengawasan hingga ke tingkat distributor untuk memastikan tidak ada lonjakan harga menjelang akhir tahun. Dengan kondisi stok yang melimpah dan harga beras yang stabil, Polres Ponorogo menilai situasi pangan di Bumi Reog dalam keadaan terkendali dan aman.(end/but)






