Pamekasan (beritajatim.com) – Polres Pamekasan menerapkan dua model berbeda dalam mengamankan perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, yakni pola pengamanan tertutup dan terbuka.
Pola pengamanan tertutup dilakukan dengan cara menerjunkan personil berpakaian preman, sedangkan pengalaman terbuka diterapkan dengan menerjunkan personil berpakaian dinas instansi atau korp baju cokelat.
“Hal ini kita lakukan dalam rangka mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, terutama kemungkinan adanya konvoi massa pada malam pergantian tahun, yakni malam Tahun Baru 2022,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Rogib Triyanto, Jum’at (17/12/2021).
Ditambahkan, personil berpakaian dinas nantinya akan ditempatkan di sejumlah posko pengamanan, termasuk sejumlah gereja di Pamekasan. “Sementara untuk personil berpakaian preman nanti kita sebar, sekalipun sebagian di antara mereka juga ada yang berjaga di sejumlah gereja,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”polres-pamekasan”]
“Artinya beberapa personil berpakaian preman nanti kita tugaskan mengamankan gereja bergabung bersama petugas berpakaian dinas. Tapi ada pula yang kita tugaskan khusus mmemantau perkembangan situasi terbaru dan melebur dengan masyarakat,” jelasnya.
Tidak hanya itu, pihaknya juga tetap mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi protokol kesehatan Coronavirus Disease 2019. “Tidak kalah penting adalah kita juga jadikan penegakan disiplin prokes sebagai salah satu atensi,” tegasnya.
“Artinya kita tidak ingin momentum Nataru ini, khususnya malam pergantian tahun justru menjadi ajang penyebaran Covid-19. Apalagi saat ini sudah ada Covid-19 varian Omicron di Indonesia, sehingga hal ini harus kita antisipasi sedini mungkin,” pungkasnya. [pin/ted]






