Magetan (beritajatim.com) – Polres Magetan menyiapkan langkah tegas untuk mencegah praktik percaloan dan penjualan tiket ganda pada ajang Livoli Divisi Utama 2025 yang digelar di GOR Ki Mageti, 10–19 Oktober 2025.
Seluruh tiket pertandingan dijual secara offline di lokasi pertandingan, maksimal dua jam sebelum laga dimulai. Jumlah penonton dibatasi sesuai kapasitas arena.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan, pihaknya akan menertibkan seluruh pintu masuk dengan menggandeng POM TNI dan Propam Polres Magetan. Tidak ada pihak yang diperbolehkan masuk tanpa tiket, termasuk aparat.
“Tidak ada yang bisa masuk tanpa tiket, termasuk aparat. Semua wajib beli. Tidak ada istilahnya anggota mau nonton gratis. Kita sepakat semua ya,” tegas Erik, Minggu (5/10/2025).
Ia memastikan jumlah tiket yang dijual akan disesuaikan dengan kapasitas GOR tanpa ada penambahan atau penjualan ulang.
“Kalau kita jual 2.200 tiket, ya 2.200 itu saja. Tidak ada nambah atau overload. Tidak ada istilah orang keluar lalu tiketnya dijual lagi. Zaman saya jadi ketua, enggak ada itu,” ujarnya.
Langkah tegas ini diambil sebagai upaya antisipasi agar kericuhan dan kelebihan kapasitas penonton seperti di daerah lain tidak terjadi di Magetan.
“Kita belajar dari tragedi Kanjuruhan. Jangan sampai ada penumpang gelap dan chaos di dalam,” tambah Erik.
400 Personel Disiagakan untuk Pengamanan
Selain pengaturan tiket, Polres Magetan menyiapkan 400 personel gabungan TNI-Polri dan pemerintah daerah untuk pengamanan di tiga ring. Pengamanan meliputi jalur lalu lintas, area parkir, hingga pintu masuk penonton di sekitar GOR Ki Mageti.
“Gabungan TNI-Polri dan pemda ini bertanggung jawab pada pengamanan ring 1, ring 2, dan ring 3, termasuk pengaturan arus lalu lintas serta keluar-masuk penonton,” jelas Kapolres.
Erik juga menegaskan tidak ada aparat yang bertugas di dalam arena pertandingan. Pengamanan di dalam GOR dilakukan oleh steward, sesuai standar operasional olahraga nasional.
“Untuk kegiatan olahraga harus pakai steward. Tidak ada aparat yang masuk ke dalam GOR. Tidak boleh,” tandasnya.
GOR Ki Mageti Dinyatakan Layak
Polres Magetan bersama Polda Jawa Timur juga telah melaksanakan risk management untuk memastikan keamanan dan kesiapan GOR Ki Mageti.
“Kami undang Polda Jatim untuk menilai keamanan—mulai jalur evakuasi, CCTV, hingga sirkulasi udara. Hasilnya 80–81, artinya kondisi GOR baik dan layak,” ungkap Erik.
Antusiasme Penonton Jadi Alasan Magetan Dipilih
Erik menambahkan, Magetan kembali dipercaya menjadi tuan rumah Livoli karena antusiasme masyarakat terhadap olahraga voli sangat tinggi.
“Kalau Magetan itu volinya luar biasa. Liga tarkam sampai jam dua malam pun dijabanin masyarakat. Makanya PBVSI pusat menetapkan Magetan sebagai tuan rumah final four maupun grand final,” ujarnya.
Menurut Erik, semangat voli sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Magetan.
“Mungkin nenek moyang kita dulu pemain voli. Jadi hobinya turun ke anak cucu,” selorohnya disambut tawa peserta rapat koordinasi pengamanan. [fiq/but]






