Madiun (beritajatim.com) – Jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur hari ini Selasa (1/3/22) serentak menggelar Pasukan dimulainya operasi Kepolisian dengan Sandi “Keselamatan Semeru 2022”.
Kegiatan apel gelar pasukan juga dilaksanakan Polres Madiun dipimpin langsung Kapolres Madiun yang diikuti oleh personel gabungan. Dalam sambutannya Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo membacakan amanat Kapolda Jatim menyampaikan bahwa Perkembangan kehidupan masyarakat yang sangat cepat menjadikan permasalahan lalu lintas dan angkutan jalan makin kompleks dan dinamis, khususnya dalam bidang keselamatan berlalu lintas.
Untuk itu, menjawab tantangan tugas tersebut maka polantas harus mampu dengan melakukan upaya peningkatan modernisasi sistem teknologi informasi secara berkelanjutan dan terus mendorong inovasi – inovasi pelayanan publik yang berbasis IT seperti yang telah dilaksanakan saat ini yaitu program Etle, Incar, E-Turjawali dan sebagainya.

Operasi Keselamatan Semeru 2022 dilaksanakan selama 14 hari, mulai tanggal 1 – 14 Maret 2022 diperkuat personel sebanyak 300 orang untuk wilayah Kabupaten Madiun yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif secara humanis dan persuasif dalam rangka meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
”Ops Keselamatan kali ini difokuskan pada penindakan pelanggaran lalu lintas dan pendisiplinan protokol kesehatan. Total ada 300 personel gabungan mulai TNI, Dishub, BPBD, dan Satpol PP,” kata Anton, usai apel gelar pasukan, Selasa (1/3/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”madiun”]
Terpisah, Kasat Lantas Polres Madiun AKP Firman Widyaputra Lukman Sumaatmaji mengungkapkan untuk tingkat fatalitas kecelakaan sepanjang 2022 masih dibawah 25 persen. Total ada 62 kecelakaan dengan 13 korban meninggal dunia.
”Yakni 8 pelanggaran lalu lintas prioritas diantaranya: tidak pakai helm, melebihi batas kecepatan, pengemudi dibawah umur, memakai safety belt, pengemudi mabuk (alkohol), menggunakan HP, melawan arus dan over dimensi dan overload,” kata Firman.

Penindakan tilang bakal dilakukan menggunakan mobil INCAR atau bisa dilakukan manual dengan petugas di lokasi tergantung situasi dan kondisi. Ops ketupat kali ini dilakukan untuk persiapan Ops Ketupat jelang Ramadhan dan Lebaran 2022. [fiq/but]






